IKN Mewujudkan Indonesia Sentris, Wagub Optimis Indonesia Emas 2045 Tercapai
Hadi Mulyadi saat membuka Rapat Koordinasi
Pembinaan Hubungan Pusat dan Daerah dalam Strategi Kebijakan Dalam Negeri
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA
-
Kalimantan Timur dipastikan menjadi salah satu provinsi yang mampu
berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.
"Kita akan menyambut Indonesia Emas
2045, ini akan terwujud dengan perpindahan ibu kota negara ke Kaltim,"
kata Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat membuka Rapat Koordinasi Pembinaan
Hubungan Pusat dan Daerah dalam Strategi Kebijakan Dalam Negeri di Ruang Rapat
Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jum’at 13 Mei 2022.
Rakor Teknis Kelitbangan kerja sama Badan
Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri dan Badan Penelitian dan
Pengembangan Daerah Kaltim dihadiri Kepala BSKDN Kemendagri Eko Prasetyanto
serta seluruh kepala Balitbangda kabupaten dan kota se Kaltim.
Dihadapan rombongan pejabat Kemendagri
berjumlah 17 orang, kembali orang nomor dua Benua Etam ini menegaskan ketika
Presiden RI Joko Widodo menetapkan ibu kota negara di Kaltim, maka itu adalah
anugerah paling besar bagi provinsi-provinsi di luar Jawa.
Wagub Hadi mengungkapkan dia sangat yakin
dengan perpindahan ibu kota negara, akan terjadi pembangunan Jawa dan luar Jawa
secara berkeadilan.
"Dulu pembangunan Jawa sentris,
insyaallah yang diinginkan Bapak Presiden untuk Indonesia sentris akan terwujud
seiring perpindahan ibu kota negara," ungkapnya.
Baginya bukan rahasia lagi ketika sekitar 60
persen APBN itu berputar di Pulau Jawa dan sekitar 20 persen di Sumatera
sisanya 20 persen dibagi Kalimantan, Sulawesi dan provinsi lainnya.
Karenanya, kalau Indonesia (pusat) tidak
membagi secara merata, maka sampai kiamat tidak akan pernah ada pembangunan
yang berkeadilan antara Jawa dan luar Jawa.
Sehingga menurut mantan legislator Karang
Pavi dan Senayan ini ketika ibu kota negara diputuskan Presiden Jokowi dan
ditetapkan dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 pindah keluar Pulau Jawa, akan terjadi
sebuah kemajuan yang luar biasa.
Ide ini tambahnya, ide yang luar biasa dan
bukan hanya Kaltim yang maju tapi seluruh Kalimantan, Sulawesi dan Papua serta
provinsi lain di luar Jawa akan maju berkembang.
"Walaupun kita yakin tidak bisa
dilakukan secara cepat, pembangunannya bisa memakan waktu hingga 30 tahun
kedepan," pungkasnya.
Rakor dihadiri Sekretaris Badan Litbang
Kemendagri Dr Kurniasih, Kapuslitbang Inovasi Daerah Matius Tan, Kapuslitbang
Otonomi Daerah dan Politik Akbar Ali, Kapuslitbang Pembangunan dan Keuangan
Daerah Heru Cahyanto, Kapuslitbang Administrasi Kewilayahan dan Kementerian
Desa Muhammad Nofah serta seluruh rombongan Kemendagri berjumlah 17 orang
Tampak pula Plt Kepala Balitbangda Kaltim Dr
H Fitriansyah dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi
Kaltim.(mar)