Bupati Bone Dukung Kaltim Ditetapkan IKN Baru

img

Bupati Bone bersama rombongan melakukan sesi foto bersama dengan Wakil Bupati Kukar dan Sultan Adji Muhammad Arifin di kedaton Kutai Kartanegara.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menerima kunjungan kerja Bupati Bone beserta rombongan, di Kedaton Kutai Kartanegara, Jum'at (11/2/2022).

Kunjungan Bupati Bone Andi Fahsar bersama rombongan disambut oleh Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin dan Sultan Adji Muhammad Arifin, turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid.

H Rendi Solihin menyampaikan selamat datang kepada Bupati Bone beserta rombongan di odah Etam Tenggarong Kota Raja. Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi pemerintah Kabupaten Kukar, dan Kesultanan atas kunjungan Bupati Bone untuk melakukan silaturahmi di Kesultanan Kukar Ing Martadipura.

"Semoga dengan kunjungan ini sangat penting dan bahagia patut menjalin silaturahmi secara budaya dan komunikasi antara warga Kukar dengan warga Bugis" kata Rendi Solihin saat sambutannya.

Lanjut dia, selain silaturahmi, pemerintah Kabupaten Bone sangat mendukung terkait Kaltim ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara baru Nusantara, yang termasuk wilayah Kukar juga.

"ini terbukti bahwa Presiden RI Jokowi menetapkan IKN di Kaltim tidak salah, karena ini membuktikan keanekaragaman di Kaltim, bahwa banyak suku, ras, budaya, tinggal di Kaltim, bisa berjalan harmonis satu sama lainnya, dan diharpkan kondusifitas daerah terjaga dengan baik" ucapnya

Sementara itu Bupati Bone Andi Fahsar mengatakan, kunjungan pemerintah Bone ke Kukar dalam rangka silaturahmi, tentu dalam hal ini mendukung pemerintah Kabupaten Kukar ditetapkan sebagai kawasan IKN.

"Mari kita dukung dan tentunya kami siap jadi penyangga kebutuhan kebutuhan yang ada di Kaltim" ujar Andi Fahsar.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kukar dan Kesultanan Kukar, bahwa rombongan dari tanah Bone telah disambut dengan luar biasa dengan menggunakan adat Kutai.

"Kami bangga dan bersyukur atas terbukanya pintu Kesultanan untuk kami, budaya, adat Kutai harus bisa dipertahankan, karena Kutai merupakan kerjaan tertua" ungkapnya.

Menurutnya, kebesaran suatu negara, daerah, bukan ditentukan oleh pembangunannya, namun ditentukan oleh kemampuan menjaganya kondusifitas, budaya, adat dan sejarahnya.(*riz)