Menuju Porprov VIII, DPRD Kukar Pastikan Kesiapan Kontingen hingga Uang Saku Atlet
RDP Komisi IV DPRD
Kukar dengan pihak terkait membahas Persiapan Porprov Kaltim di Kabupaten
Paser. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kesiapan kontingen daerah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.
Kesiapan tersebut
mencakup kebutuhan atlet, akomodasi, transportasi hingga dukungan uang saku
sebelum keberangkatan.
Hal itu dibahas dalam
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kukar bersama Dinas Pemuda dan
Olahraga (Dispora), KONI, cabang olahraga (cabor), Inspektorat dan pihak
terkait di ruang Banmus DPRD Kukar, Senin (21/9/2026).
Ketua Komisi IV DPRD
Kukar, Andi Faisal mengatakan, hasil pemaparan dalam RDP menunjukkan persiapan
kontingen telah dilakukan secara menyeluruh.
Pemerintah daerah
melalui Dispora telah memetakan kebutuhan atlet, mulai dari jadwal
pertandingan, perlengkapan, akomodasi hingga transportasi.
“Secara prinsip,
anggaran untuk Porprov di Kabupaten Paser tidak masalah,” kata dia.
Menurutnya, kontingen
Kukar yang diberangkatkan diperkirakan mencapai 1.600 hingga 1.700 orang,
termasuk atlet dan official. Sebanyak 63 cabor juga telah diakomodasi dalam
persiapan menuju Porprov VIII.
“Semua cabor 63
terakomodir dan dibiayai oleh Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara. Jadi DPRD,
pemerintah daerah, KONI, terus cabor itu tidak masalah,” ujarnya.
Meski kebutuhan utama
telah dipersiapkan, ia menilai kepastian uang saku tetap menjadi hal penting
bagi atlet.
DPRD berharap
pencairannya dapat dilakukan sebelum kontingen bertolak ke Paser.
“Harapan dari cabor
dan DPRD, H-3 sebelum berangkat itu uang sudah bisa masuk ke rekeningnya atlet.
Karena itu menjadi penyemangat teman-teman atlet dalam bertanding di Porprov
Paser,” jelasnya.
Ia juga menyinggung
keberadaan dua atlet asal Kukar yang sedang menempuh pendidikan di Surabaya.
Menurutnya, persoalan
tersebut perlu mendapat kepastian dari sisi administrasi agar tidak menimbulkan
persoalan dalam penggunaan anggaran.
“Ini nanti saya minta
tolong juga Kadispora agar membuat telaahan atau berkonsultasi dengan
Inspektorat. Karena ada dua atlet itu orang Kukar, dia kuliahnya di Surabaya,”
ungkapnya.
Ia mengatakan,
mekanisme pembiayaan dua atlet tersebut masih menunggu hasil konsultasi Dispora
dengan Inspektorat.
Namun, ia memastikan
persoalan tersebut tidak boleh mengurangi semangat kedua atlet untuk bertanding
membawa nama Kukar.
“Yang pasti terkait
atlet yang dua itu tetap semangat saja. Kami yakini tetap akan bertanding
bagaimanapun caranya, tinggal teknik saja,” kata dia.
Sementara itu, Ketua
KONI Kukar Chairil Anwar mengatakan, kondisi persiapan atlet saat ini dilakukan
melalui latihan mandiri.
Tidak adanya
pemusatan latihan atau training center (TC) membuat atlet dan cabor menjalankan
program latihan masing-masing.
“Kita masih tiga
besar lah, insyaallah masih tiga besar. Melihat kondisi sekarang lah ya,
melihat kondisi PON yang lalu, tiga besar insyaallah,” ujarnya.
Ia mengatakan, target
tersebut tetap menjadi sasaran KONI Kukar dalam menghadapi Porprov VIII.
Dukungan pemerintah
daerah dan DPRD diharapkan dapat membantu cabor menjalankan persiapan hingga
pertandingan berlangsung.
Selain target
prestasi, ia menekankan pentingnya tertib administrasi di tingkat cabor.
Setiap penggunaan
anggaran harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan melalui surat
pertanggungjawaban (SPJ).
“Kata kuncinya dari
cabor ya, karena nanti semua SPJ itu akan diperiksa oleh teman-teman Dispora
sebelum ke Itwil dan BPK,” kata dia.
Ia meminta setiap
cabor benar-benar memperhatikan kelengkapan administrasi agar tidak menimbulkan
persoalan dalam proses pemeriksaan setelah kegiatan.
“Itu yang kita
harapkan, semua cabor pokoknya harus benar-benar melaksanakan SPJ-nya dengan
baik dan tertib. Itu bagian dari tata kelola administrasi namanya,” tegas
Chairil.
Dari sisi
pemerintahan, Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni menjelaskan, seluruh persiapan
teknis kontingen telah disampaikan kepada DPRD dan cabor.
Dispora juga telah
melakukan koordinasi terkait kebutuhan administrasi, akomodasi dan sistem
transportasi selama pelaksanaan Porprov.
Khusus transportasi
dari Tenggarong menuju Paser dan sebaliknya, pengelolaannya diserahkan kepada
masing-masing cabor.
Kebijakan itu
disesuaikan dengan jadwal pertandingan yang berbeda antar-cabor.
“Transportasi dari
Tenggarong ke Paser, PP, ini mereka sendiri yang kelola. Kenapa mereka sendiri
yang kelola? Karena mereka yang lebih paham dengan kapan mereka harus berangkat
ke sana,” jelasnya.
Menurutnya, pola
tersebut memungkinkan cabor mengatur waktu perjalanan sekaligus menjaga kondisi
fisik atlet.
Kebutuhan makan dan
minum selama berada di Paser juga akan disesuaikan dengan jadwal pertandingan
masing-masing.
“Kalau mereka sendiri
yang kelola, itu jauh lebih nyaman,” tuturnya.
Ia menegaskan,
persiapan yang dilakukan Dispora telah dikoordinasikan bersama cabor sehingga
kebutuhan selama pelaksanaan Porprov dapat disesuaikan dengan kondisi
masing-masing cabang olahraga.
Terkait uang saku,
Dispora akan melakukan telaahan kepada Sekretaris Daerah Kukar selaku Ketua Tim
Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Telaahan tersebut
diperlukan untuk menyampaikan kebutuhan anggaran yang diperlukan dalam
pelaksanaan Porprov.
“Target H-3 sesuai
permintaan teman-teman. Mereka minta targetnya H-3 sampai ke tangan-tangan
kawan-kawan atlet. Ini kita coba maksimalkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan,
besaran uang saku disesuaikan dengan standar yang berlaku dan jumlah hari
pertandingan masing-masing atlet. Perhitungan tersebut mengacu pada jadwal yang
telah dirilis Panitia Besar Porprov.
“Jadi nanti
menyesuaikan dengan jumlah hari mereka bertanding. Kita melihat jadwal yang
dirilis oleh PB Porprov,” pungkasnya. (Kriz)