Berikan Pendidikan Merata, SDN 018 Tenggarong Terima ABK
Proses pembelajaran peserta didik
baik ABK dan normal di SDN 018 Tenggarong.
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Salah satu
lembaga pendidikan, jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tenggarong, Kukar yang memberikan pengajaran kepada siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yaitu SDN 018.
Penerimaan peserta didik ABK
merupakan komitmen Sekolah, untuk memberikan pendidikan secara merata tanpa
membandingkan dengan peserta didik lainnya. Hal ini telah diterapkan oleh SDN
018 Tenggarong sejak lama.
Kepala SDN 018 Tenggarong Saida
Hafina menjelaskan, ada sekitar 15 ABK yang bersekolah di sini dan pihak
sekolah tak pernah menolak jika ada ABK yang ingin bersekolah atau memilih
khususnya SDN 018.
"Intinya kami tak pernah
menolak anak-anak yang mau bersekolah di tempat ini, meskipun kami tak
mempunyai tenaga pengajar khusus untuk ABK," jelas Saida Hafina pada
Poskotakaltimnews, Jum'at (27/9/2024).
Sementara proses pembelajaran baik siswa ABK maupun yang lainnya tetap di satu ruangan yang sama. Namun metodenya ada
yang umum yaitu pembelajaran klasikal biasa dan juga khusus pendampingan
individu.
"Kami tak memaksakan
pembelajaran jika siswa ABK tak menyukai atau tak mau belajar. Kami melihat moodnya
ABK itu sendiri, untuk peserta didik lainnya belajar seperti biasa,"
ucapnya.
Adapun proses pembelajaran di SDN
018 Tenggarong ini menggunakan fasilitas sarana dan prasaran yang telah
diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Fasilitas
Sapras itu salah satunya yakni papan tulis digital, dengan menggunakan papan
tulis digital juga sangat membantu untuk menunjang proses pembelajaran. Apalagi
pembelajaran ABK itu sendiri.
"Saat ini proses pembelajaran
baik ABK dan peserta didik lainnya menggunakan sapras papan tulis digital
berbasis internet. Jadi penayangan video dan mencari bahan pembelajaran yang
aktif dan interaktif dapt menggunakan papan tulis itu," ujarnya.
"Disdikbud juga telah
melakukan pendataan bagi ABK di sekolah ini, kemungkinan bakal ada program yang
menyasar khususnya ABK," imbuhnya.
Untuk memaksimalkan pembelajaran
ABK, pihaknya juga bersinergi dengan orang tua atau wali murid untuk
mendampingi anaknya ketika belajar di rumah. Tanpa peran orang tua juga
pembelajaran tak akan maksimal.
"Kami berharap, bisa
difasilitasi tenaga pendidik yang memahami betul bagaimana menangani ABK,
paling tidak ada guru pendamping. Mengingat selama ini masih bersifat umum
saja, belum menangani ABK secara khusus," harapnya
Pihaknya juga mengapresiasi kepada pemerintah daerah melalui Disdikbud Kukar, yang telah memberikan sejumlah fasilitas dalam menunjang proses pembelajaran. Ia menilai fasilitas itu sangat bermanfaat dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien.
"Terima kasih Disdikbud
Kukar, fasilitas yang diberikan telah kami gunakan sebagaimana mestinya,"
ungkapnya. (adv/riz)