Kaltim Siap Ambil Bagian Program Kegiatan GEF-8
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni memimpin rapat
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Sekretaris Daerah
Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni memimpin rapat tindak lanjut
kegiatan Global Environment Facility
(GEF-8) National Dialogue Indonesia (NDI)
yang sebelumnya dilaksanakan di
The Westin Resort Nusa Dua, ITDC, Kawasan Pariwisata, Nusa Dua Bali, bulan
Januari lalu.
Kegiatan tindak lanjut GEF-8 yang
dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim di hadiri Asisten
Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekdaprov Klatim Ujang Rachmad,
Kepala Dinas Kehutahan Kaltim Joko Istanto, Kepala DLH Kaltim Ence Achmad
Rafiddin, Plt Kadis Perkebunan Kaltim Asmirilda, Sekretaris
DPTPH Kaltim Rini Susilawati,
Perwakilan Bappeda, Dewan Daerah
Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan. Jumat
(3/2/2023)
Sri Wahyuni menjelaskan Global Environment
Facility (GEF) merupakan mekanisme pendanaan global yang bertujuan untuk
membantu negara-negara pihak dalam melaksanakan komitmen konvensi lingkungan
global, dan saat ini sudah masuk putaran 8, yang dimulai 2022-2026.
“Dengan kegiatan GEF-8, Pemerintah daerah
diharapkan memberikan masukan-masukan terkait dengan usulan kegiatan yang bisa
nanti didanai lewat GEF-8, melalui
kementerian LHK, dan ini dana tersebasar
dari luar untuk pengelolaan lingkungan terkait dengan pengurangan emisi
karbon,” kata Sri Wahyuni usai memimpin rapat.
Ketika
nanti usulan usulan yang disampaikan itu memadai, lanjut Sri dan sesuai dengan kreteria yang ditetapkan dan sesuai focal
area (Biodiversity, climate shange mitigation, land degeadation, international waters dan chemical and waste)
dan integrated programnya ada 10, maka
sekretariat GEF-8 nantinya akan menugaskan
satu dari 18 agensi yang sudah bekerjama dengan GEF-8, untuk memperkuat
dan menindaklanjuti melaksanakan
kegiatan-kegiatan GEF-8.
“Sebelum
kita nanti berhadapan dengan
pertemuan dalam rangka tindak lanjut kegiatan GEF-8, kita telah
mengumpulkan kepala dinas terkait,
sekaligus kita menjaring apa saja topik yang kita usulkan, dan topik yang kita
usulkan sesuai dengan rencana pembangunan
daerah kita, karena ini sampai 2026, itu artinya harus be irisan dan
bersinergi dengan RPD kita, jadi mana yang tujuan sasaran RPD itu yang menjadi topik yang diambil disingkronkan dengan focal area atau
integrated program GEF-8,”paparnya.
Dalam pertemuan pertama tindak lanjut
kegiatan GEF-8 tadi, lanjut Sri sudah ada beberapa rencana usulan dan masukan
yang akan disampaikan, diantara
bagaimana pengembangan gender, pengembangan SDA, mitigasi kemudian energi baru
terbarukan, dan isu tersebut sudah ada pada RDP, tetpi juga ada pada program
kegiatan GEF-8.
“Kita juga
bekerjasama dengan DDPI, terkait dengan mitigasi, teramsuk masukan dari dinas
badan terkait dilingkup Provinsi Kaltim,
bahkan DDPI akan menyiapkan usulan untuk Kaltim bisa menjadi lokos GEF-8 melalui System for Transparent Allocation of
Resources (STAR), dan minggu kedua Februari
gambarannya sudah kita punya usulan-usulan terpilih yang menjadi topik
Kaltim yang bisa dipertimbangkan menjadi bagian darim program GET-8,” kata Sri
Wahyuni.(mar)