Amir Tosina Minta Progres Gedung KIR Dikebut

img

Amir Tosina

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BONTANG - Progres pembangunan gedung KIR di Bontang Lestari dipertanyakan dewan. Memasuki penghujung Oktober progres pengerjaan baru mencapai 30 persen.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kekhawatirannya sebagai pengawas eksekutif jika beberapa pembangunan di Bontang tidak selesai tepat waktu. Apalagi, ketika mengetahui gedung uji yang dibangun baru 30 persen.

“Kami minta di November bisa mencapai 50 persen, namun selama pulang pergi kantor, saya perhatikan progres pembangunan 50 persen ini belum ada bayangan untuk menyelesaikan,” terang Amir saat dihubungi,belum lama ini.

Komisi III, kata Amir, khawatir proyek pembangunan di Bontang akan gagal pada deadline-nya. Mengingat proyek tersebut bukan anggaran multiyears namun anggaran tahun tunggal.“Nanti akan kena sanksi lelang, kontraktornya juga akan kami tanyakan lagi kesanggupannya,” ujarnya.

Anggaran yang tidak terserap sepenuhnya pun, lanjut Amir akan jadi masalah bagi Bontang. Politikus Gerindra tersebut akan mempertegas kesanggupan pembangunan kepada kontraktor dan OPD terkait dengan menjadwalkan rapat dengar pendapat.

“Kami ingin menegaskan OPD terkait jika ada pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik, karena ini perlu dievaluasi,” ucap mantan Ketua Federasi Nelayan Bontang.

Selain itu, pihaknya juga akan menelusuri lebih detail penyebab banyaknya proyek yang lepas dari target. Apakah karena proses lelang yang lambat atau seperti apa.“Kalau dilelang Agustus yang dinilai tidak tepat waktu, seharusnya dimundurkan, atau dimenangkan kepada kontraktor yang sanggup mengerjakan dalam kurun waktu tersebut,” bebernya.

Amir menyebut, mulai dari perencanaan, proses lelang, hingga pengerjaan, akan dicari tahu dimana sumber permasalahannya.“Kami sebagai pengawas menilai banyak hal-hal yang tidak sinkron, atau tidak sesuai,” pungkasnya.(adv)