Gubernur Isran : PPPK Sudah Menolong Tenaga Honor
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Bukan Isran Noor
namanya dalam sambutannya setiap acara selalu membuat undangan tertawa dengan goyon
dan candanya, seperti pada saat penyerahan penghargaan berprestasi kepada
pegawai negeri sipil (PNS), khsusnya yang mamasuki purna tugas dilingkup Pemprov Kaltim, dan penyerahan
petikan SK Gubernur Kaltim tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua tahun 2022, diwilayah Kota Samarinda, yang digelar di Pendopo Odah Etam, Kompleks
Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (26/7/2022) lalu.
Setelah memberikan ucapan selamat kepada PNS
yang menerima penghargaan, Gubernur Kaltim Isran Noor, juga
memberikan ucapan yang sama kepada ratusan guru penerima SK PPPK, namun
singkatan yang seharusnya Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK) diplesetkan menjadi Pertolongan Pertama Pada
Kesecelakaan (PPPK) dan sontak seluruh
undangan tertawa.
“Saya juga ucapkan selamat kepada para guru
penerima Surat Keputusan Pertolongan
Pertama pada Kecelakaan, artinya ini sudah tertolong, yang disambut tawa dan
aplaus, karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini,” tegasnya.
Ada lebih kurang 130 guru honor yang sudah
lulus passing grede, lalu mantan bupati Kutim itu kembali bertanya, apa maksud
passing grade dari bahasa Inggris ini,
itukan bahasa orang Kota Bangun, yang kembali suluruh undangan tertawa,
aku mau tahu passing grade bahasa Inggrisnya apa ? tanyanya.
“Kalau seperti Kepala BKD (Deddy Rusdiansyah Anan Dani) dia
asli orang Kota Bangun, jadi tahu apa passing grede, jadi saya mau tahu passing
grade apa bahasa Inggrinya, mungkin yang paling tahu adalah para guru yang
menerima SK PPPK,” candanya.
Lebih lanjut Isran menegaskan, bisa
dibayangkan adaikata benar pemerintah akan menghapuskan tenaga honor, termasuk
tenaga-tenaga honor di Kaltim, lebih daripada 5 juta orang akan kehilangan
pekerjaan.
“Kalau setiap tenaga honor menanggung anak
satu istri empat, yang langsung membuat
suasana ruangan Pendopo Odah Etam
menjadi riuh dari tawa seluruh undangan. Kali lima Rp juta, maka disitu orang tidak mendapat
kehidupan yang bermanfaat,” tandasnya.
Mantan
Ketua Umum Apkasi mengatakan, oleh
selama ini kan sudah
satu pangkat, baik pemerintah
pusat dan daerah bisa membayar tenaga honor,
kenapa harus dihilangkan atau dihapus
tanya Isran, yang langsung
mendapat aplaus. Dan kebijakan Presiden Jokowi yang terus berupaya meningkatkan sumber daya
manusia (SDM) dan sebagian besar
yang honor, sebagian besar di Provinsi
Kaltim untuk guru-guru dan tenaga kependidikan.
“Saya, sepanjang saya masih menjadi Gubernur
Kaltim, tidak ada hilang yang namanya honor, karena tenaga honor masih
diperlukan dalam membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan tugasnya ,
apalagi PNS banyak kurang, dan tenaga honor memiliki kapasitas kemampuan
bekerja, bahkan saya dengar observasi dari kawan-kawan, tenaga honor lebih
disiplin, ” tegas Isran Noor, yang
kembali mendapatkan apluas dari seluruh undangan. (mar)