Ketua DPRD Berau: Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian dan Perternakan Harus ke Kelapangan
Ketua
DPRD Berau, Madri Pani
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB –
Menjelang Idul Adha, Ketua DPRD Berau,meminta kepada Dinas Pertanian dan
Peternakan (Distanak) Berau, agar turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan
terhadap hewan yang akan dikurbankan.
Ketua DPRD Berau, Madri Pani, mengatakan,
dengan menyebarnya penyakit kuku dan mulut (PMK) di luar Berau, ia
mengkhawatirkan jika penyakit tersebut juga terjadi di Berau, maka dari itu, ia
meminta agar instansi terkait bisa turun ke lapangan.
“Kita hanya ingin memastikan kesehatan para
hewan kurban tersebut,” ujarnya.
Politikus NasDem ini mengingatkan, jangan
sampai mendekati hari perayaan, baru akan dilakukan pengecekan. Lebih baik,
dilakukan per dua hari sekali. Karena tidak mungkin hewan kurban tidak
berdatangan ke Berau.
“Kita harap, agar pengecekan bisa rutin,” paparnya.
Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan
dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, I Putu Setion
menuturkan, pengawasan hewan kurban di lapangan telah diperketat dengan
berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan balai karantina.
"Petugas lapangan atau petugas di UPT
puskeswan sudah diarahkan untuk memberi
pelayanan kesehatan hewan lebih intensif," ucap Putu.
Hingga saat ini belum ditemukan kembali hewan
kurban yang diduga terjangkit PMK, khususnya di wilayah empat kecamatan
terdekat yang menjadi fokus pengawasan.
"Dari hasil pemeriksaan fisik belum di
temukan suspek PMK," tuturnya.
Dari data yang pihaknya miliki, sebanyak 756
ekor sapi akan dikurbankan, sapi berasal dari luar sebanyak 502 ekor dan sapi
lokal berjumlah 254 ekor.
"Untuk ternak kambing baru terdata
sebanyak 138 ekor. Data tersebut merupakan angka sementara dan pendataan masih
akan berlanjut," pungkasnya.(sep)