14 Ton Minyak Goreng Curah Dikirim ke Berau

img

Gamalis

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB– Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama dengan Kepala Diskoprindag Berau, Salim usai mengadakan rapat, kembali merencanakan mendatangkan minyak goreng (migor) curah untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Berau.(24/6/22)

Menurut Gamalis, dengan kedatangan Migor yang diprediksi akan tiba pada awal bulan Juli mendatang, bisa membantu pelaku UMKM dan juga menghindari langkanya migor menjelang Idul Adha.

“Benar, itu langkah kita untuk membantu UMKM. begitu juga masyarakat,” ujarnya.

Gamalis menuturkan, hal ini merupakan kali kedua Pemkab Berau mendatangkan minyak goreng curah bagi masyarakat Bumi Batiwakkal. Setelah sebelumnya mendatangkan minyak goreng curah asal Kota Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat.

"Salah satu perusahaan yang berasal dari Kota Bontang menghubungi dan menyanggupi untuk mensuplai minyak goreng curah ke Kabupaten Berau," jelasnya.

Pada tahap awal, 14 ton minyak goreng curah direncanakan untuk memenuhi kebutuhan UMKM di 10 kelurahan yang berada di empat kecamatan. Nantinya, masing-masing UMKM akan mendapatkan jatah sebanyak 20 liter minyak goreng curah dengan harga Rp 14 ribu per liternya.

"Ini mengantisipasi jika minyak goreng premium yang ada saat ini kembali susah. Jadi kita lakukan langkah pencegahan lebih dulu," tuturnya.

Direncanakan, 14 ton minyak goreng curah akan tiba di Berau pada awal Juli 2022. Untuk mekanisme pembagian kepada UMKM, Politikus PPP ini menyerahkan kepada OPD terkait, yakni Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.

"Dipastikan sebelum hari raya Iduladha minyak goreng curah sudah berada di Berau," tegasnya.

Ia melanjutkan, kedepan apabila 14 ton minyak goreng curah dirasa kurang, pihaknya akan kembali mendatangkan minyak goreng curah. Selain itu, terkait dengan wacana penghapusan minyak goreng curah, dirinya tidak merasa khawatir karena hal itu baru sebatas wacana.

"Dari pihak perusahaan menyanggupi berapapun jumlah minyak yang kita minta, yang paling penting adalah kebutuhan masyarakat terpenuhi," tandasnya.

Terpisah, Kepala Diskoperindag Berau, Salim menuturkan, pembagian minyak goreng akan diserahkan kepada pihak kelurahan.

"Jadi nanti dari aparat kelurahan menerima minyak goreng dari kita, lalu disalurkan ke masyarakat. Saya menegaskan jangan sampai ada kerumunan massa pada saat pembagian minyak goreng," pungkasnya.(sep)