Munawwar: Peran Swasta Tingkatkan Populasi Ternak
H Munawwar
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR-Kepala Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim H Munawwar, menegaskan,
dalam usaha peningkatan populasi
ternak di Kaltim perlu dilakukan upaya pengembangan kawasan
peternakan melalui peran dan partisipasi
swasta, termasuk pengembangan peternakan
di lahan eks tambang.
Munawwar
mengakui kebutuhan daging sapi di Kaltim masih belum bisa disediakan
peternak sapi lokal di Kaltim. Sedikitnya 100.000 ekor sapi pertahun dibutuhkan
Kaltim, namun hanya sekitar 23.000 ekor sapi
yang bisa peternak lokal sediakan, artinya Kaltim masih mengdatangkan
sapi dari luar daerah.
“Setiap tahun kita membutuhkan 100 ribu ekor
sapi, sementara kita hanya mampu menyiapkan 23 persennya. Untuk memenuhi
kebutuhan daging sapi, kita mendatangkan dari luar Kaltim,” kata Munawwar, usai mendampingi Wakil Gubernur Kaltim H Hadi
Mulyadi meninjau langsung pusat pembibitan ternak unggul PT Equalindo Makmur
Alam Sejahtera (Emas) di Desa Embalut Kecamatan tenggarong Seberang, Kutai
Kartanegara, Selasa (10/5/2022).
Munawwar menambahkan, untuk peningkatan populasi ternak di
Kaltim, pemerintah berharap peran serta
swasta dan masyarakat sebagai pelaksana pembangunan sangat penting untuk
menyukseskan program pemerintah, termasuk pertanian dalam arti luas, khususnya
sub sektor peternakan, salah satunya pengembangan populasi di kawasan eks
tambang.
“PT Emas di Desa Embalut ini, sangat berperan
sekali, baik masa sekarang maupun masa yang akan datang, baik sebagai pusat pembibitan ternak, juga sebagai
penyuplai kebutuhan daging daging sapi,
kambing maupun termauk telur ayam, yang
memang sangat diperlukan masyarakat kita,” ujar Munawwar.
Munawwar mengharapkan semua pengembangan
kawasan peternakan di Kaltim bisa mencontoh
yang dilakukan PT Emas di Desa Embalut,
yang memanfaatkan lahan eks tambang
sebagai kawasan pusat pembibitan
ternak unggul, yang arealnya cukup luas
52 hektar, punya padat modal dan lain-lainnya.
“Rata-rata yang namanyanya pembibitan sangat
langka, yang ada sekarang adalah penggemukan sapi, hanya kurun waktu tiga bulan
sudah bisa dijual kembali, tapi kalau seperti pembibitan waktunya sangat lama
sekitar Sembilan bulan lebih, sementara masyarakat mau cepat agar dananya berputar,” tandasnya.
Munawwar menjelaskan PKP2B (Perjanjian Karya
Pengusahaan Pertambangan Batubara) sudah melakukan berbagai upaya dengan
pengembangan kawasan peternakan bersama komunitas-komunitas peternakan, termasuk mengupayakan dukungan semua pihak
(swasta) untuk memanfaatkan lahan eks tambang
untuk pengembangan peternakan dalam
upaya peningkatkan populasi ternak di Kaltim.(mar)