DP2KB Terus Lakukan Upaya Pencegahan Kasus Stunting

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Upaya pencegahan kasus stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi focus perhatian pemerintah, bahkan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) terus bergerak untuk melakukan upaya dalam pencegahan muncul kasus stunting.

“Pada 2022 ini lebih fokus ke program pencegahan stunting.” Kata Sekretaris DP2KB Kukar Mastukhah Selasa (10/5/2022).

Ia menjelaskan bahwa  dalam program stunting telah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) di masing masing desa, TPK di Kukar saat ini ada sekitar 1000 orang, yang memiliki tugas dan tanggungjawab untuk terus mensosialisasikan ke warga. DP2KB menargetkan sampai 2024 dapat menurunkan 14 persen stunting.

“Ini juga intruksi dari pusat, ini berat sekali, maka dari itu kita terus bersinergi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya," ujarnya.

Lanjut dia, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kasus stunting, pencegahan lebih awal sangat penting dan harus dilakukan.

"Kita putus mata rantai stunting, mulai dari sosialisasi kepada calon pengantin, ibu hamil, balita, anak dibawah dua tahun, pasca melahirkan," sebutnya.

"Upaya yang kami lakukan dengan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat, tim yang ada di desa berperan penting terhadap program stunting," ungkapnya

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Mufidah menuturkan, kasus stunting di Kukar tiap tahunnya alami penurunan. Hal itu tandanya upaya yang dilakukan untuk pencegahan stunting berjalan dengan baik.

"Yang jelas setiap tahunnya alami penurunan," ujar Ismi Mufidah

Pihaknya terus bersinergi dengan OPD lainnya terkait pencegahan stunting di Kukar. Dinkes juga telah membentuk tim di setiap desa untuk pencegahan stunting di Kukar.

"Kami juga memiliki target dalam pengentasan stunting, target tersebut mengacu pada target nasional dan program di daerah. Kami optimis untuk mencapai target tersebut," tutupnya.

Untuk diketahui bahwa stunting merupakan permasalahan kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, tinggi badan rendah dari standar usianya.(*riz/adv)