Polairud Polda Kaltim Bersenjata Lengkap Siaga di Perbatasan Kaltara-Serawak
BALIKPAPAN, Direktur Kepolisian Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Kaltim, Kombes Pol. Omad, mengatakan telah menggelar sejumlah anggota di perbatasan terutama bagi anggota Polairud. Kendati lebih khusus untuk penyeberangan laut namun kami tetap antisipasi kemungkinan mereka masuk lewat darat sebab jarak antara Marawi Pilipina sangat dekat dengan wilayah Kalimantan Utara maupun Sulawesi Utara.
‘’Ratusan Prajurit TNI dan personel dari Kepolisian sudah beberapa minggu belakangan ini mewaspadai masuknya pelarian kelompok Maute yang dikabarkan mulai terdesak oleh tekanan militer Filipina, kita lakukan antisipasi kemungkinan buruk itu,’’ kata Omad.
Didampingi Paur Subbag Anev AKP Backtiar, mengatakan selain wilayah Sulawesi Utara, ditengarai Kalimantan Utara menjadi tempat pelarian mereka, untuk itu kami terus mewaspadai hal tersebut khusus dari Polairud sudah menugaskan sekitar 30 personel yang berkolaborasi dengan unit Sabhara, Reserse, Intel dan Brimob menjaga Harkamtibmas di wilayah perbatasan.
Selain itu kata Bachtiar, pihaknya juga meningkatkan pengawasan perairan di perbatasan melalui patroli laut, dengan menurunkan 3 special boat unit demi memantau kondisi perairan, khususnya di perairan Sebatik.
"Patroli dilaksanakan pada waktu rawan, berdasarkan informasi dari intelijen, mau malam, pagi atau siang tergantung informasi dari intelijen pokoknya kami siap," ungkapnya.
Para personel Polri yang melakukan patroli air tersebut juga dilengkapi persenjataan tubuh lengkap, ini sebagai bentuk kewaspadaan apabila ada serangan mendadak dari pihak manapun olehnya personel dilengkapi persenjataan lengkap,’’ terangnya.
Pihaknya menyatakan kondisi terkahir di perairan perbatasan yang dekat dengan wilayah negara tetangga, Filipina dalam pantauan kondusif namun kami tetap mewaspadai hal-hal yang tidak mungkin itu, belum ada laporan pergerakan dari kelompok militant Maute yang digadang masuk ke Indonesia.max/poskotakaltimnews.com