SKK Migas Lakukan Workshop Precise

img

BALIKPAPAN, Selama dua hari (5-6/6) SKK Migas melakukan in House Workshop sistem Permit and Regulatory Compliance System (PRECISE), di kantor Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Total E&P indonesia (TEPI) Balikpapan. Sistem yang telah digunakan oleh KKKS TEPI sejak 2014 memang dikhususkan untuk mendukung perusahaan migas ini dalam mengelola perizinan dan peraturan yang sedang diproses. Sehingga entity di TEPI dapat melihat sejauh mana proses perizinan yang sedang dan telah dilakukan.

Diungkapkan Manager Perizinan Non Teknis SKK Migas Yanin Kholison kegiatan ini bertujuan untuk mendukung instruksi presiden terkait setiap perusahan harus patuh pada regulasi yang ada. Program PRICICE ini menurut Yanin sangat berguna dan layak untuk dapat diadopsi oleh KKKS lainnya. 

"Sistem ini bisa diadopsi SKK Migas dan oleh perusahan migas lain. Sehingga akan memudahkan dalam mengontrol proses perizinan yang sedang dilakukan dan menunjukan industri migas patuh pada regulasi yang berlaku," ujarYanin. 

Untuk informasi PRECISE  adalah tool yang secara khusus dibuat oleh KKKS TEPI untuk mengelola perizinan dan juga peraturan yang berhubungan dengan operasi TEPI di Indonesia. Penggunaan PRECISE mencakup identifikasi perizinan dan peraturan. Ulasan penerapan (Applicability Review) , kontrol implementasi , pengujian kepatuhan (Compliance Assessment) dan otomatisasi dokumen laporan yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas tersebut.

Dengan menggunakan aplikasi PRECISE , setiap entity di TEPI dapat mengakses beragam data dan informasi pada system (bergantung pada level). Dengan begitu ,akan menjadi sangat mudah bagi seseorang untuk dapat mengetahui perizinan atau peraturan yang berhubungan dengan asset , aktivitas ataupun service yang diberikan, contohnya mencari dokumen peraturan. Jenis dokumen perizinan, seberapa banyak requirement (kewajiban) yang harus dipatuhi. Status perizanan dan lain-lain. Bagi manajemen output dari PRECISE  akan sangat berharga dalam proses pengambilan keputusan ,termasuk melihat tingkat kepatuhan, status pengelolaan task (tugas) dan manajemen resiko.

Penggunaan dan manfaat dari sistem PRECISE bergantung kepada kualitas sumberdaya manusia yang menggunakannya. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengerti bagaimana sistem  PRECISE  ini bekerja dan dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin.mid/poskotakaltimnews.com