Tanggulangi Pandemi Perlu Dukungan Pusat

img

Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN- Kondisi pandemi di Kalimantan Timur masih mengalami dinamika yang luar biasa dan kasus virus corona fluktuatif setiap harinya.

"Kemarin dua hari mengalami penurunan tapi masih diatas seribu kasus dan meninggal juga diatas 50 orang setiap harinya," jelas Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor dalam Rakor Penanganan Covid-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Kaltim beserta unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota di Kantor Walikota Balikpapan, Rabu (4/8/2021).

Kepada Kepala BNPB, yang juga Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Letjen TNI Ganip Warsito, Gubernur Isran Noor menegaskan tinggi kasus Covid-19 di Kaltim juga beriringan besarnya jumlah warga yang sembuh terpapar virus di rumah sakit maupun isolasi di pusat karantina dan isolasi mandiri.

Dan, penanggulangan wabah Covid di daerah lanjutnya, tidak terlepas komitmen dan dukungan pemerintah pusat kepada daerah.

"Saya dapat informasi dari Bapak Presiden, kita dapat bantuan 100 unit oxygen concentrator dan obat-obatan 300 koli khusus Covid," sebut mantan Bupati Kutai Timur ini.

Diakuinya, perkembangan kasus Covid-19 di Kaltim setiap hari dievaluasi dan setiap saat pula dilaporkan ke tingkat pusat, termasuk evaluasi pelaksanaan PPKM di seluruh kabupaten dan kota di Benua Etam.

"Kami terus melakukan upaya-upaya penanggulangan Pak Jenderal. Jadi dari mengonversi ruang atau kamar rumah sakit dan fasilitas milik pemerintah menjadi pusat karantina hingga menambah tempat tidur bagi pasien Covid," ungkapnya.

Namun, upaya itu akan tidak berarti, ujar suami Hj Norbaiti ini, jika tidak dimbangi kesadaran penuh masyarakat mentaati dan mengikuti anjuran pemerintah.

Hal senada diungkapkan Kepala BNPB/Kasatgas Penanangan Covid-19 Nasional Letjen TNI Ganip Warsito, bahwa pembenahan tidak saja pada sisi hilirnya (upaya/penanganan pemerintah), tetapi sisi hulunya, yakni masyarakat.

"Kita terus berupaya mengendalikan Covid melalui tiga cara, yakni menegakkan disiplin protokol kesehatan, meningkatkan capaian vaksinasi dan mengoptimalkan 3T (testing, tracing dan treatment). Semoga upaya kita didukung penuh masyarakat," pungkas mantan Danrem 091/ASN ini.(mar)