Rakortas Evaluasi PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat di Luar Pulau, Gubernur Minta Tambah Stok Vaksin
(rapat koordinasi terbatas PPKM diperketat dan darurat)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H
Isran Noor meminta secara khusus kepada pemerintah pusat untuk menambah
distribusi vaksin Covid-19 ke Kaltim. Mengingat kondisi Kaltim yang saat ini
dengan tingkat realisasi pelaksanaan vaksinasi yang masih rendah, sehingga diperlukan
percepatan pelaksanaan vaksinasi yang tentunya harus diimbangi dengan stok
vaksin di daerah.
Hal tersebut disampaikan Isran Noor
didampingi Wakil Gubernur H. Hadi Mulyadi, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo
Suryo Putro, serta OPD terkait lingkup Pemprov Kaltim saat mengikuti Rapat
Koordinasi Terbatas (Rakortas) Evaluasi Pelaksa aan PPKM Mikro Diperketat dan
PPKM Darurat di luar Pulau Jawa-Bali yang digelar secara virtual oleh
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Tidak banyak laporan, hanya ingin kami
minta Kaltim itu vaksin. Karena Kaltim iti ternyata prevalensinya nomor dua
setelah DKI. Jumlah pendudik sedikit tapi banyak yang terkonfirmasi positif
bahkan banyak yang meninggal dunia. Kepada Menteri Kesehatan kami mohon vaksin
ditambah lah, jadi kami pun sebenarnya ingin melaksanakan vaksin itu tetapi
stoknya tidak ada," kata Isran Noor.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto mengatakan Rakortas kali ini untuk melihat sejauh mana pelaksanaan
PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat yang dilaksanakan di 14 Provinsi, 29
Kabupaten/Kota diluar Pulau Jawa-Bali sejak 3 Juli-20 Juli.
"Kita mempertimbangkan perpanjangan
penerapan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat, tetapi menunggu data terakhir
yang masuk pada hari Ahad 18 Juli besok dan setelah itu Senin, 19 Juli akan
diputuskan. Jika keputusannya jadi diperpanjang, maka akan diberlalukan pada
Rabu, 21 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021 atau selama dua minggu. Hasil
evaluasi nanti ada daerah yang diturunkan statusnya dari darurat ke diperketat,
namun ada juga yang dinaikkan statusnya dari diperketat ke darurat," kata
Airlangga.
Berdasarkan data dari pusat, Kaltim merupakan
provinsi dengan kenaikam jumlah kasus tertinggi, yakni 8.126 kasus. Dengan BOR
lebih dari 80 persen
dan tingkat konversi TT isolasi 35 persen.
Saat ini tiga daerah di Kaltim sudah menerapkan PPKM Darurat, yakni Balikpapan,
Bontang dan Berau.(mar)