Kadis Sosial Launching Open Otlet Gamis, Inovasi yang Belum Pernah Dilakukan

img

(Kegiatan launching Open Onthel) 

SAMARINDA - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda resmi melaunching Operasionalisasi Penanganan Orang Tua Terlantar, Lanjut Usia Gelandangan, dan Pengemis tanpa Identitas (Open Otlet Gamis). Inovasi perubahan ini digagas oleh Kepala UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda Sri Wahyuni.

"Kami Dinas Sosial Kaltim turut bangga. Karena Open Otlet Gamis ini adalah sebuah inovasi yang belum pernah dilakukan, khususnya oleh Dinas Sosial. Karena memang banyak orang tua terlantar yang tidak terurus," tutur Kepala Dinsos Kaltim Agus Hari Kesuma,  kepada Poskotakaltimnews.com usai  melaunching Open Otlet Gamis, Sabtu (20/3/2021).

Agus mengatakan, selama ini orang tua yang masuk, harus melalui asesmen kabupaten dan kota. Dalam kenyataannya, ada gelandangan yang tidak diketahui asalnya atau tanpa identitas, bisa dari Kalsel, Sulsel dan lainnya. Biasanya pada saat jelang Ramadan menjadi banyak.

"Sehingga dari kejadian itu kami membentuk inovasi, harus mengambil orang tua itu. Artinya, kalau Satpol PP melakukan razia dan menemukan orang tua terlantar, ya dimasukkan ke sini. Sambil menunggu asesmen selanjutnya. Ini penanganan orang tua terlantar tapi yang jompo. Tapi tidak menutup kemungkinan apabila ada orangtua di jalan-jalan, ya kita jemput taruh di sini," ujar Agus.

Agus mengatakan, sasarannya se-Kaltim tentunya. Program ini tentu disampaikan ke kabupaten dan kota. Tapi biasanya yang orang tua terlantar itu lebih banyak ditemukan di kota, seperti Balikapapan dan Samarinda.

Kepala UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda Sri Wahyuni mengatakan, kapasitas di panti ini ada 110 orang. Saat ini yang terpakai 105 orang.

"Untuk ruangan Open Otlet Gamis, saat ini ada 5 kamar. Dalam 1 kamar bisa diisi 2 orang. Jadi 10 orang bisa masuk di wisma ini. Mungkin bisa dilakukan pengembangan ke depannya," tutur Yuni

Dalam aksi ini, yuni menuturkan pihaknya lebih aktif menjemput bola. Bila menemukan lansia terlantar terutama tanpa identitas maka akan dibawa ke panti tanpa mempersulit prosesnya. Artinya, memangkas birokrasi yang mempersulit masuknya lansia terlantar. Harapannya, lansia akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. (mar/poskotakaltimnews.com).