DPTPH Kaltim Dukung Program Pemerintah Pusat
(Sosialisasi peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dalam mendukung katahanan pangan wilayah dan nasional)
SAMARINDA– Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan
Holtikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim sangat mendukung program
mencapai swasembada pangan. Kementerian Pertanian
meningkatkan kerjasama Tentara Nasional Indonesia untuk
mengawal peningkatan produksi komoditas
pertanian.
Plt Kepala DPTPH Kaltim H
Dadang Sudarya menegaskan pembangunan pertanian tidak hanya ditujukan
untuk upaya-upaya meningkatkan produksi. Program strategis yang harus
diupayakan adalah meningkatkan daya saing produk-produk hasil pertanian.
"Daya saing produk hasil pertanian harus
diarahkan lebih bernilai tinggi dan memberikan sumbangan besar dalam upaya
ketahanan pangan nasional,” kata Dadang Sudarya usai
mensosialisasikan upaya DPTPH dalam peningkatan produksi dan
produktivitas pertanian dalam mendukung katahanan pangan
wilayah dan nasional, yang digelar di Markas Batalyon
Infanteri (Yonif) 611/Awang Long Loa Janan, Senin
(08/09/2020).
Dadang menambahkan, Pemprov
Kaltim melalui DPTPH terus berkomitmen untuk tetap meningkatkan
produksi padi di daerah dengan cara mekanisasi seperti peningkatan cetak sawah,
optimalisasi lahan dan meningkatkan produktivitas tanaman tersebut.
" Melalui optimalisasi lahan yang ada
didaerah dan mekanisasi pertanian, kita harapkan produksi padi di wilayah
Kaltim bisa terus meningkat, sehingga upaya dalam mewujudkan
swasembada pangan di Kaltiim dapat terealisasi,” tandasnya.
Menurut Dadang , berbagai upaya dilaksanakan
untuk mewujudkan swasembada beras Kaltim dilakukan dengan perbaikan prasarana
pengairan. Diantaranya, pembangunan bandungan serta kegiatan rehabilitasi
jaringan irigasi, pipanisasi, pembangunan pintu-pintu air dan pompanisasi.
" Selain itu, kita juga terus melakukan
peningkatan sumber daya manusia (SDM) para pemuda petani, dengan memberikan
berbagai pelatihan dan keterampilan dalam upaya peningkatan produksi padi di
seluruh wilayah Kaltim," tandasnya.
Selain pembukaan lahan pertanian,
lanjut Dadang , Dinas PTPH juga mengembangan padi ladang dalam
upaya pemenuhan kebutuhan beras di Kaltim, oleh karena itu perlu inovasi
dan kreasi bagaimana agar kekurangan tersebut bisa dimanimalisir.
" Sekarang ini, kita juga
melaksankan program upsus (upaya khusus) untuk pengembangan padi
jagung dan kedelai, singkong, jadi tidak hanya fokus dalam
peningkatan produsi padi baik padi sawa maupun padi ladang, tetapi juga
komoditas lainnya," tandasnya.
Dadang mengatakan, untuk
mencapai swasembada beras ini diperlukan kerjasama bebagai pihak,
bukan tanggungjawab Dinas Pertanian semata termasuk partisipasi masyarakat
untuk mengurangi konsumsi nasi dan menggantinya (konversi) dengan bahan pangan
lainnya.(mar/poskotakaltimnews.com)