Rustam HS : Pembangunan Kilang Bontang, Jangan Sampai Dipindahkan
Rustam HS
BONTANG, Ketua
Komisi II DPRD Bontang, Rustam HS, miris dengan pemberitaan di salahsatu
media online terkait pembatalan pembangunan kilang minyak di Bontang yang kan
dialihkan ke Pulau Sumatra, dengan biaya investasi senilai US$ 10 miliar atau
sekitar Rp. 130 triliun.
Ditemui usai
menggelar rapat bersama jajaran terkait seperti, Lurah Bontang Selatan,
PTSP, Bapelitbang, Perkim,dan BPN, membahas percepatan pembangunan
kilang di Bontang Rustam menegaskan isu tersebut tidak benar. Justru kami
melakukan rapat terkait percepatan pembangunan itu. Senin,09/03/2020.
"Ya, ini
salah satu upaya kita. Makanya kita gelar rapat percepatan pembangunan kilang
Bontang, " ujar Rustam HS
Menurut
dia, Isu akan dipindahkannya pembangunan kilang Bontang menjadikan
pihaknya justru semakin bersemangat untuk melakukan percepatan pembangunan
termasuk dengan prosesi pembebasan lahan dan regulasi yang akan
diterbitkan nantinya.
"Sesuai
dengan tupoksi kami di Komisi II DPRD Bontang, sudah selesai dengan regulasi
Raperda RTRW yang mengatur tata ruang pembangunan industrialisasi yang telah
diusulkan," katanya.
Makanya, lanjut
dia pihaknya terus melakukan koordinasi bersama pemerintah Kota Bontang.
"Kita akan
berjuang, kendati sinyalemen progres terkait regulasi sudah tampak, karena ini
masa depan anak cucu kita kelak. jangan sampai ini hilang tanpa beka,"
ujar politisi Golkar itu.
Ia berharap agar
progres pembangunan kilang di Bontang terus digenjot, kalau perlu dengan
kekuatan penuh. Ini semua kita lakukan agar proyek raksasa yang mampu
menyerap jutaan tenaga kerja itu lenyap.
"Kita
upayakan progres pembangunan kilang ini terus dilakukan, bahkan DPRD telah
menerbitkan payung hukum terkait regulasi investasi ini kita akan genjot
percepatan ini," tandasnya. wan/adv