Diduga Rem Blong, Truk Kembali Makan Korban di Jalan Soekarno-Hatta

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat kembali terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di sekitar Simpang Strat 1 Balikpapan, Kamis (24/9/2026).

Insiden yang melibatkan truk, sepeda motor, dan mobil tersebut diduga dipicu rem blong pada truk bermuatan sembako yang melaju dari arah Batu Ampar menuju Pelabuhan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, menyoroti berulangnya kecelakaan yang melibatkan kendaraan berbadan besar di jalur tersebut.

“Ini sudah berulang kali terjadi. Hampir setiap bulan ada kecelakaan yang diduga akibat rem blong dan akhirnya memakan korban,” ujar Syarifuddin Oddang, Kamis (24/9/2026).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, truk bernomor polisi E 9089 HE tersebut membawa muatan sembako. Saat melaju, kendaraan diduga mengalami kendala pengereman sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.

Oddang menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub).

 “Seharusnya kendaraan berbadan besar, khususnya truk dari luar daerah, diperiksa terlebih dahulu kelayakan jalannya. Termasuk memastikan surat KIR masih berlaku dan kendaraan benar-benar layak beroperasi di jalan raya,” tegasnya.

Politisi Partai Hanura itu mengaku telah beberapa kali mengingatkan Pemkot Balikpapan melalui OPD terkait agar persoalan kendaraan berat yang melintas di Kota Balikpapan mendapat pengawasan lebih ketat.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap kendaraan angkutan berat tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan. Pengawasan harus dilakukan secara rutin untuk memastikan kendaraan memenuhi standar keselamatan.

 “Jangan sampai kecelakaan terjadi dulu, baru kita bertindak. Ini yang harus diantisipasi,” katanya.

Oddang juga mempertanyakan pengawasan terhadap kendaraan luar daerah yang masuk dan melintas di jalan-jalan utama Balikpapan.

 “Anehnya, hampir setiap kejadian seperti ini terus berulang. Kalau memang sudah sering terjadi, jangan sampai ada kesan pembiaran. Ini ada apa?” ujarnya.

Legislator dari daerah pemilihan Balikpapan Utara itu meminta Dishub segera memperketat pemeriksaan kendaraan berbadan besar, terutama yang berasal dari luar daerah.

“Sekali lagi, saya minta segera dilakukan pemeriksaan kelayakan, termasuk KIR kendaraan. Kalau kondisi ini tidak diantisipasi, jangan berharap lalu lintas di jalan raya Kota Balikpapan bisa benar-benar kondusif,” pungkasnya.(mid)