Semarak Olahraga Tradisional Jadi Daya Tarik Erau Adat Kutai 2026, 507 Peserta Ambil Bagian
Sekda Kukar Sunggono
melakukan beturai gasing tanda dimulainya lomba olahraga tradisional Erau Adat
Kutai 2026. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Sebanyak 507 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam menyemarakkan lomba olahraga tradisional yang menjadi salah satu daya tarik Erau Adat Kutai 2026.
Tidak hanya dari Kutai Kartanegara (Kukar) dan sejumlah daerah
di Kalimantan Timur, peserta juga datang dari Kalimantan Utara dan Kalimantan
Tengah untuk meramaikan pertandingan yang digelar di area parkir Pulau Kumala,
Tenggarong, Senin (21/9/2026).
Tahun ini, lomba
mempertandingkan empat cabang olahraga tradisional, yakni belogo, menyumpit,
gasing, dan katapel.
Meski jumlah cabang
dibatasi, antusiasme masyarakat untuk mengikuti olahraga tradisional tetap
terlihat tinggi.
Sekertaris Daerah
Kukar, Sunggono mengatakan, olahraga tradisional tetap menjadi bagian dari
rangkaian Erau Adat Kutai 2026.
Keikutsertaan peserta
dari luar daerah menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan tersebut memiliki
daya tarik di luar Kukar.
“Ini kita memulai
melaksanakan pertandingan olahraga tradisional dalam penyelenggaraan kegiatan
Erau Adat Kutai 2026. Alhamdulillah, meskipun dengan jumlah cabang olahraga
empat, tapi pesertanya relatif sangat banyak, termasuk di antaranya yang
berasal dari luar kota,” ujarnya.
Ia berharap
keberadaan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau dapat semakin dikenal
masyarakat luas.
“Mudah-mudahan ini
menggambarkan bahwa olahraga tradisional di Kukar, kegiatan Erau ini, juga
diketahui dan diminati oleh rakyat di luar Kukar,” tuturnya.
Ia menyebut peserta
tidak hanya datang dari wilayah Kaltim, tetapi juga dari Kalimantan Utara dan
Kalimantan Tengah.
Namun, kondisi cuaca
menjadi salah satu pertimbangan dalam membatasi jumlah cabang dan peserta tahun
ini.
“Cuaca juga tidak
baik ini ya. Kita mengupayakan, kan sudah menjalankan yang terbaik kegiatan di
luar ruangan. Jadi kita meminimalisir jumlah peserta, jumlah cabang, tapi tetap
kita jalankan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni mengatakan, lomba
olahraga tradisional merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap event Erau
di Tenggarong.
Tahun ini, area
parkir Pulau Kumala dipilih sebagai lokasi karena dinilai strategis dan dapat
memberikan dampak terhadap aktivitas wisata di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah, hari
ini kita memulai pelaksanaan olahraga tradisional dalam rangka peringatan Erau
Adat Kutai 2026. Kegiatan olahraga tradisional ini memang rutin setiap
pelaksanaan Erau kita laksanakan di Tenggarong,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi
kegiatan yang berada di kawasan Pulau Kumala memberikan kesempatan kepada
pengunjung untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menikmati objek wisata
tersebut.
“Dengan adanya Erau
ini, ada pengunjung, mereka datang melihat olahraga tradisional, sekaligus
mereka menikmati wisata di Pulau Kumala, itu harapan kita,” tuturnya.
Selain menghidupkan
aktivitas wisata, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat
sekitar untuk menjalankan usaha melalui keberadaan UMKM di lokasi kegiatan.
“Di sini UMKM-nya,
tempat UMKM tersedia dengan nyaman. Sehingga dampak dari pelaksanaan olahraga
tradisional ini selain mengangkat olahraga tradisional juga kita salah satu
mengangkat objek wisata Pulau Kumala,” ungkapnya.
Ia menyebut jumlah
peserta yang mencapai 507 orang menjadi bukti masih tingginya minat masyarakat
terhadap olahraga tradisional.
Peserta berasal dari
sejumlah daerah yang selama ini rutin mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah,
meskipun empat lomba ini saja yang dilaksanakan, masyarakat olahraga
tradisional sampai saat ini masih cukup tinggi. Terbukti hari ini yang sudah
mendaftar sekitar 507 orang yang mendaftar dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Di tengah kondisi
cuaca yang kurang mendukung, pelaksanaan kegiatan tetap dilakukan dengan
sejumlah penyesuaian.
Aktivitas di luar
ruangan dikurangi, namun kesempatan bagi penggiat olahraga tradisional untuk
berpartisipasi tetap diberikan.
“Dengan cuaca yang
seperti ini memang kita diarahkan oleh Bapak Sekretaris Daerah bahwa kita
mengurangi kegiatan aktivitas di luar karena cuaca kita tidak memungkinkan,”
jelasnya.
Ia mengatakan,
kondisi asap yang berubah-ubah turut menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan
kegiatan.
Meski demikian,
pembatasan aktivitas tidak menghilangkan esensi dari penyelenggaraan olahraga
tradisional.
“Ini yang
mengakibatkan kita juga membatasi pelaksanaan kegiatan ini. Tapi tidak
mengurangi daripada esensi kegiatan kita. Kita tetap memberikan ruang gerak
kepada kawan-kawan penggiat olahraga tradisional,” pungkasnya. (Adv/Kriz)