Tanggapi Isu Pemotongan TPP ASN Berau, Ketua DPRD Tegaskan Tak Pernah Ada Pembahasan, Justru Dewan Perjuangkan Hak ASN
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Isu mengenai kemungkinan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau mendapat perhatian dari Dewan.
Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto angkat bicara. Ia memastikan,
hingga saat ini tidak pernah ada pembahasan di DPRD Berau yang secara khusus
mengarah pada pemotongan TPP ASN.
Dedy menegaskan,
pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Berau selama ini lebih banyak berkaitan
dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah, termasuk bagaimana anggaran yang
tersedia dapat digunakan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
“DPRD tidak pernah
membahas pemotongan TPP ASN. Justru yang kami lakukan adalah melihat kemampuan
keuangan daerah dan bagaimana anggaran yang ada bisa memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Dedy saat mengikuti Rapat Paripurna DPRD
Berau dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-214 Kota
Tanjung Redeb, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut
sekaligus membantah narasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait DPRD
Berau yang disebut-sebut akan melakukan pemangkasan terhadap TPP ASN.
Menurut Dedy,
pembahasan anggaran tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai pembahasan untuk
memangkas hak ASN. DPRD bersama pemerintah daerah, kata dia, harus melihat
kondisi keuangan daerah secara menyeluruh sebelum menentukan arah kebijakan
anggaran.
Di sisi lain, Dedy
memastikan komunikasi antara DPRD dan pemerintah daerah selama proses
pembahasan anggaran berjalan dengan baik.
Ia menyebut DPRD juga
tetap memberikan perhatian terhadap hak dan kesejahteraan ASN, terlebih
persoalan tersebut menjadi bagian yang turut diperhatikan oleh pemerintah
daerah.
“Tidak pernah ada
niat dari DPRD untuk memangkas TPP. Justru kami memperjuangkan itu karena
memang menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.
Munculnya narasi yang
seolah-olah menempatkan DPRD sebagai pihak yang menginginkan pemotongan TPP ASN, Ia menduga ada pihak tertentu yang mencoba
membangun opini tersebut sehingga menimbulkan persepsi berbeda di tengah
masyarakat.
“Ada oknum yang
mencoba membangun narasi seolah-olah DPRD ingin memangkas TPP. Padahal tidak
pernah ada pembahasan seperti itu. Pemerintah daerah dan DPRD selama ini
baik-baik saja dalam membahas persoalan anggaran,” katanya.
Karena itu, ia
meminta masyarakat tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar,
terutama apabila informasi tersebut tidak disertai sumber yang jelas.
Menurutnya, persoalan
anggaran merupakan hal yang harus dibahas secara terbuka dan berdasarkan
kondisi yang sebenarnya, bukan melalui isu atau narasi yang belum
terverifikasi.
Pernyataan mengenai
isu TPP tersebut disampaikan Dedy bertepatan dengan momentum peringatan Hari
Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-214 Kota Tanjung Redeb.
Dedy mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, DPRD, ASN, dan masyarakat umum, untuk menjaga suasana tetap kondusif serta mengesampingkan kepentingan yang dapat memecah persatuan.
“Ini hari ulang tahun
daerah kita. Jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin memecah belah kebersamaan
yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Semoga semuanya tetap kondusif dan
kita fokus membangun Berau bersama,” pungkasnya. (sep/FN)