10 dari 12 Wartawan Muda di Berau Dinyatakan Kompeten, UKW Jadi Ujian untuk Mengukur Profesionalitas di Tengah Derasnya Arus Informasi
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Menjadi wartawan bukan hanya soal seberapa cepat sebuah berita ditulis dan dipublikasikan. Di balik setiap informasi yang sampai kepada masyarakat, ada tanggung jawab untuk memastikan fakta yang disampaikan benar, terverifikasi, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Hal tersebut menjadi
salah satu pesan penting dalam pelaksanaan Workshop Relasi Media dalam RPJMD
dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Muda di Kabupaten Berau.
Dari 12 wartawan muda
yang mengikuti rangkaian UKW, 10 peserta dinyatakan kompeten, sedangkan dua
peserta lainnya dinyatakan belum kompeten.
Kegiatan yang
berlangsung di Ruang RPJMD Bapperida Berau pada 12–13 September 2026 itu tidak
hanya menjadi ajang pengujian kemampuan wartawan, tetapi juga menjadi ruang
untuk memperkuat pemahaman mengenai profesi jurnalistik.
Sebelum menjalani
ujian, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan melalui workshop.
Berbagai materi diberikan untuk memperkuat kemampuan wartawan dalam menjalankan
tugasnya, mulai dari menggali informasi, menentukan fakta yang relevan,
melakukan verifikasi, hingga menyajikannya menjadi produk jurnalistik yang
dapat dipertanggungjawabkan.
Hasil UKW tersebut
sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan jurnalistik perlu terus diasah. Sebab,
tantangan wartawan saat ini tidak hanya datang dari tuntutan kecepatan dalam
menyampaikan informasi, tetapi juga dari derasnya arus informasi yang beredar
di tengah masyarakat.
Ketua Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Berau, Yudhi Perdana, menegaskan bahwa UKW tidak
semestinya dipandang hanya sebagai proses untuk memperoleh sertifikat
kompetensi.
Menurutnya, yang jauh
lebih penting adalah pemahaman wartawan terhadap tugas dan tanggung jawab yang
melekat pada profesinya.
“UKW bukan sekadar
mendapatkan sertifikat, tetapi bagaimana wartawan memahami tugas dan tanggung
jawabnya,” ujar Yudhi, Minggu (13/9/2026).
Pesan tersebut
menjadi semakin relevan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Kecepatan menjadi bagian dari tuntutan kerja media, namun akurasi dan ketepatan
informasi tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Sementara itu,
Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Pikiran Rakyat, Refa Riana, mengatakan
kompetensi wartawan merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas
produk jurnalistik.
Menurutnya, wartawan
tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis. Seorang wartawan juga harus mampu
mengolah informasi sekaligus memastikan informasi tersebut telah melalui proses
pemeriksaan sebelum disampaikan kepada masyarakat.
Kemampuan tersebut
menjadi penting karena setiap informasi yang dipublikasikan media memiliki
konsekuensi terhadap publik.
Karena itu,
kompetensi bukan semata-mata tentang mampu menyelesaikan ujian, tetapi
bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam
pekerjaan jurnalistik sehari-hari.
Refa juga
mengingatkan peserta yang telah dinyatakan kompeten agar tidak menjadikan hasil
UKW sebagai alasan untuk berhenti belajar.
“Jangan cepat berpuas
diri karena sudah dinyatakan kompeten. Terus belajar dan kembangkan kemampuan,”
tegas Refa.
Pelaksanaan workshop
dan UKW Muda di Berau pun diharapkan menjadi momentum bagi para wartawan muda
untuk terus memperkuat kemampuan, profesionalitas, dan integritas.
Sebab, di tengah derasnya informasi yang hadir setiap saat, masyarakat tidak hanya membutuhkan berita yang cepat, tetapi juga membutuhkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.
Dengan 10 peserta
dinyatakan kompeten, hasil UKW tersebut diharapkan menjadi awal bagi para
wartawan muda untuk semakin matang menjalankan profesinya dan memberikan
kontribusi terhadap kualitas jurnalistik di Kabupaten Berau. (sep/FN)