Pemkab Kukar Berencana Tingkatkan Infrastruktur Pertanian di 2026
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) tengah menyiapkan rencana peningkatan infrastruktur pertanian di 2026 mendatang.
Langkah ini dilakukan
untuk memperkuat sektor pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas
petani di berbagai wilayah kecamatan.
Infrastruktur pertanian
dinilai sebagai fondasi penting dalam mendukung ketahanan pangan dan
pertumbuhan ekonomi berbasis sektor agrikultur.
Kabid Ekonomi dan Sumber
Daya Alam (SDA) Bappeda Kukar, Bagus Eko Sampurno, mengatakan, penguatan
infrastruktur pertanian menjadi kebutuhan mendesak mengingat masih adanya
sejumlah wilayah yang memerlukan perbaikan fasilitas dasar pertanian.
Ia menegaskan, pada 2026
akan menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kualitas sarana produksi yang
selama ini belum maksimal.
Menurutnya, infrastruktur
yang menjadi fokus pengembangan meliputi jaringan irigasi, akses jalan usaha
tani, fasilitas pascapanen, dan dukungan sarana produksi lainnya.
Ia menjelaskan bahwa
keberadaan infrastruktur memadai akan berdampak langsung pada peningkatan
produktivitas, efisiensi biaya, dan kemudahan distribusi hasil pertanian di
lapangan.
Saat ini Bappeda Kukar
bersama perangkat daerah teknis sedang melakukan pemetaan kebutuhan di berbagai
kecamatan. Pemetaan ini mencakup kondisi eksisting infrastruktur pertanian,
prioritas perbaikan, serta potensi wilayah yang dapat dikembangkan.
"Hasil pemetaan
tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja tahun 2026 agar
pelaksanaan program lebih tepat sasaran," ucap Bagus Eko Sampurno pada
Poskotakaltim, di Tenggarong, Selasa (2/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa
pemerintah daerah juga mempertimbangkan aspirasi masyarakat, kelompok tani, dan
pemangku kepentingan lain dalam proses penyusunan rencana.
Dengan pendekatan
partisipatif, pembangunan infrastruktur pertanian diharapkan benar-benar
menjawab kebutuhan di tingkat lapangan dan memberi dampak maksimal bagi petani.
Selain itu, peningkatan
infrastruktur pertanian juga diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan
daerah, termasuk penyediaan bahan baku lokal untuk mendukung program Makanan
Bergizi Gratis (MBG). Dengan infrastruktur yang kuat, pasokan pangan lokal bisa
lebih stabil dan berkelanjutan sepanjang tahun.
Ia menegaskan bahwa
rencana pembangunan tahun 2026 akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan
daerah. Untuk itu, skala prioritas dan tahapan proyek menjadi hal penting agar
seluruh perencanaan tetap realistis namun tetap berdampak signifikan terhadap
sektor pertanian.
Ia juga menambahkan,
sinergi lintas sektor akan terus ditingkatkan untuk memperlancar proses
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Kerja sama antara perangkat daerah
pertanian, pengairan, hingga pembangunan infrastruktur menjadi kunci penting
dalam menyukseskan program tersebut.
Dirinya berharap,
peningkatan infrastruktur pertanian di 2026 dapat memberikan manfaat langsung
bagi petani serta memperkuat ketahanan pangan Kukar secara berkelanjutan.
"Kami komitmen untuk
terus menghadirkan pembangunan yang produktif, terintegrasi, dan berpihak pada
kemajuan sektor agrikultur daerah," ungkapnya. (Adv/riz)