Akbar Haka Tegaskan Pentingnya Perencanaan Pembangunan Diawali dengan Diskusi Publik
Anggota Komisi IV Akbar Haka Saputra
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Pada beberapa pekan lalu pembangunan tempat
pembuangan sampah di kawasan Pasar Tangga Arung mendapatkan reaksi nada protes
dari warga sekitar. Pasalnya letak tempat pembuangan sampah di pasar Tangga
Arung yang kini masih berproses pembangunan fisiknya berdekatan langsung dengan
rumah warga sekitar.
Beruntung keluhan ini
disikapi secara cepat tanggap oleh DPRD Kukar lintas Komisi dipimpin langsung
Wakil Ketua I DPRD Kukar Abdul Rasid, Ketua Komisi II Eko Wulandanu, Dayang
Marissa dan anggota Komisi IV Akbar Haka Saputra.
DPRD langsung kunjungan
lapangan dan menggelar rapat dengar pendapat melibatkan organisasi perangkat
daerah terkait, pemerintah Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Melayu, perwakilan
warga beserta para RT. Dari rapat dengan pendapat ini disepakati untuk dipindah
dengan mempertimbangkan petisi dari warga beberapa RT, dan ada kajian hukumnya.
Tempat pembuangan sampah dipindah ke sisi tengah tidak pada posisi pembangunan awal yang langsung bersebelahan dengan rumah warga.
Akbar Haka Saputra menjelaskan semua pihak
harus mengambil pelajaran dari persoalan pembangunan sampah ini. Ke depan
diharapkan sebelum dilakukan perencanaan pembangunan harus dilakukan diskusi
publik terlebih dahulu dengan melibatkan semua pihak.
“Harusnya memang dilakukan
diskusi uji publik, jadi sebelum dilakukan perencanaan, dilakukan dokumen amdal
sebaiknya stakeholder terkait memanggil warga sekitar, artinya ketika tempat
sampah misal dibangun di sini apakah boleh, dampaknya untuk warga karena memang
warga sekitar yang protes apa lagi pengakuan beberapa warga mereka tidak pernah
tahu tidak pernah dilibatkan ada bangunan di situ,” ungkap Akbar dikonfirmasi
media ini.
Politisi PDIP ini
mengungkapkan keterlibatan warga sangat penting, dan hal ini bisa dijadikan
pelajaran agar masalah seperti ini tidak muncul lagi di kemudian hari untuk
pembangunan proyek fisik yang berdekatan dengan warga.
“Apa lagi pengakuan pak
lurah bahwa memang pembangunannya dilakukan diskusi publik tapi tidak ada
pembahasan tempat pembuangan sampah, hanya pembagian kios dan sebagainya
makanya ketika muncul rencana dibangun di situ warga merasa terganggu, ini
menjadi pelajaran kita semua supaya rencana pembangunan harus melibatkan warga
sekitar secara detail agar tidak ada protes di kemudian hari,” tegasnya.
Terpisah, salah satu warga
Kelurahan Melayu, Pratiwi sangat bersyukur memiliki perwakilan anggota DPRD
yang bisa langsung menyuarakan apa yang menjadi keluhan warga.
“Alhamdulillah, terkait
permasalahan TPS kemarin sudah klir yaa, TPS di pindah di mana seharusnya tanpa
merugikan wrga sekitar. Alhamdulillah kami naik ke DPR di bantu langsung dengan
pak Akbar Haka memang keren anggota DPR etam ni cepat tanggap. Terima kasih jua
buat kawan-kawan yang sudah mendukung kami dari awal,” ucapnya.(ADV)