Soroti Tingginya Angka Kemiskinan, Ria Handayani Dorong Masyarakat Melek Digital Marketing
Ria Handayani
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Ria Handayani menyoroti status cukup tingginya angka kemiskinan di Kukar. Meskipun demikian menurutnya bukan berarti masyarakat Kukar hidup dalam keadaan serba kekurangan dalam hal layanan dasar.
“Tidak menampik angka kemiskinan di Kukar
tinggi tapi ini tidak berarti masyarakat kita hidup dalam kelaparan, melainkan
lebih pada persoalan daya beli dan produktivitas ekonomi,” ungkap Ria, Sabtu
(8/11/2025).
Anggota Dewan yang berasal dari Daerah
Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Tenggarong ini menyoroti pentingnya adaptasi
masyarakat terhadap perkembangan ekonomi pasar digital dan tren jual beli
online atau digital marketing.
Menurut Ria salah satu penyebab sulitnya
ekonomi lokal bergerak adalah karena masyarakat belum sepenuhnya mengikuti
perubahan pola jual beli online atau digital marketing yang terjadi di era
modern.
Kesulitan ekonomi bagi para pelaku usaha,
menurutnya disebabkan perkembangan dunia digital yang belum sepenuhnya diikuti
oleh pelaku usaha di Kukar.
“Kita tidak bisa lagi harus berjualan
menggunakan pasar-pasar yang ada. Tapi pasar online ini kita imbangi juga;
bagaimana masyarakat diajari tentang pemasarannya secara online, kemampuan
masyarakat untuk beradaptasi dengan teknologi pemasaran digital menjadi kunci
untuk memperkuat daya saing dan membuka peluang ekonomi baru,” terangnya.
Ria membeberkan saat ini sebagian besar
masyarakat telah memanfaatkan aplikasi untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Tentunya budaya kni harus membuat para pelaku usaha mengubah cara pandang
mereka dalam memasarkan produk. “Tidak bisa lagi kita mengikuti market-market
yang lama. Jadi, ada update-update penjualan-penjualan itu yang perlu kita
ajarkan kepada masyarakat,” bebernya.
Jika masyarakat mampu beradaptasi dan
pemerintah fokus pada pendataan serta pembinaan sektor produktif, maka angka
kemiskinan di Kukar bisa ditekan secara signifikan. “Masyarakat kita harus
melek teknologi dan manfaatkan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan sektor usaha
yang difasilitasi pemerintah daerah melalui OPD teknis,” ujarnya.
Dia menegaskan dengan adanya digital
marketing, masyarakat Indonesia bisa melakukan transaksi atau jual beli secara
digital. Mereka bisa berjualan atau membeli barang secara online. Terlebih
seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia senang berbelanja secara
online, pastinya hal tersebut memberikan peluang yang besar untuk kita
berjualan dan mempunyai pekerjaan.
“Dengan digital marketing, kita lebih mudah dalam memasarkan
produk yang kita miliki dengan online. Sehingga, hal tersebut bisa mengurangi
angka kemiskinan yang ada,” pungkasnya.(ADV)