Asesmen jadi Indikator Mutu Layanan PAUD di Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa asesmen akan menjadi indikator penting dalam mengukur mutu layanan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Melalui asesmen,
perkembangan anak dapat dipantau sekaligus menjadi tolok ukur peningkatan
kualitas pembelajaran.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kukar, Pujianto, menyebut bahwa mutu layanan tidak hanya dinilai dari proses mengajar, tetapi juga dari hasil evaluasi.“Indikatornya nanti adalah pada proses aktivitas, tidak diaktifkan di asesmen tuh,” ucapnya, pada Jumat (29/8/2025).
Ia menjelaskan, asesmen dapat memberikan gambaran nyata terhadap kualitas pembelajaran yang sudah berlangsung di lembaga PAUD.“Dengan asesmen yang ada di atas, di skor nilai mereka menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut Pujianto, hasil
asesmen bukan sekadar angka, tetapi refleksi dari mutu layanan yang diberikan
guru dan lembaga.
“Asesmen itu cerminan dari
bagaimana guru mengajar dan bagaimana anak menerima pembelajaran,” jelasnya.
Ia menilai, asesmen yang
baik juga bisa menjadi dasar bagi lembaga untuk melakukan perbaikan layanan. “Kalau
dari hasil asesmen masih ada kekurangan, berarti ada yang perlu kita perbaiki,”
tuturnya.
Selain itu, asesmen dianggap mampu mendorong guru agar lebih kreatif dalam metode pembelajaran.“Guru akan lebih semangat berinovasi kalau tahu hasil asesmen anak-anaknya meningkat,” ungkap Pujianto.
Pujianto menegaskan, asesmen juga akan membantu pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan peningkatan mutu PAUD.“Hasil evaluasi ini jadi dasar untuk program berikutnya,” katanya.
Ia berharap asesmen tidak
dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sarana peningkatan layanan.
“Asesmen ini bukan sekadar formalitas, tapi untuk memastikan
mutu PAUD benar-benar meningkat,” tandasnya.(adv)