Kepala Dinkes Kaltim Dorong Peningkatan Layanan dan Ketersediaan Dokter Spesialis di Wilayah Pesisir Berau
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Berau, termasuk pelayanan hemodialisis (cuci darah) dan ketersediaan dokter spesialis di wilayah pesisir.
Dalam kunjungannya ke RSUD Abdul Rifai Tanjung Redeb belum lama ini, Jaya menilai pelayanan cuci darah sudah berjalan, namun masih menghadapi kendala keterbatasan sumber daya kesehatan. Ia berharap pelayanan ini dapat terus berjalan meski dokter spesialis tidak selalu hadir setiap hari.
"Itu juga sudah
kami akan komunikasikan juga dengan BPJS Kesehatan, karena kalau pasien harus
cuci darah ke Tarakan, biayanya jauh lebih mahal. Jika dilakukan di sini,
biayanya bisa setengah dari yang dibayarkan di Tarakan," ujar Jaya.
Selain itu, Jaya juga
menyoroti kondisi layanan kesehatan di wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan
Talisayan. Ia mengapresiasi upaya RSUD Talisayan yang terus berbenah
meningkatkan pelayanan, namun tetap menghadapi tantangan dalam pengaturan
jadwal dokter spesialis.
"Saya sudah
kunjungi RSUD Talisayan, kondisinya cukup baik sebagai rumah sakit tipe D. Tapi
memang kendalanya ada di kekurangan dokter spesialis," ungkap Jaya.
Ia menyebutkan, di
RSUD Sangkulirang juga ditemukan persoalan serupa. Oleh karena itu, Jaya
meminta agar rumah sakit rujukan seperti RSUD Abdul Rifai dapat menjadwalkan
kunjungan dokter spesialis ke daerah pesisir, minimal sebulan sekali atau dua
kali.
"Misalnya, untuk
pasien ibu hamil yang kontrol sebulan sekali, bisa diatur jadwalnya supaya
pelayanan tidak terputus," jelasnya.
Lebih lanjut, Jaya
mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi siap memfasilitasi skema kolaborasi antara
rumah sakit dan pemerintah daerah, baik dalam pengadaan tenaga dokter spesialis
maupun pembiayaan.
"Kita bisa
sharing program dan sharing pembiayaan agar pelayanan tetap berjalan,"
ujarnya.
Terkait status RSUD Abdul Rifai yang saat ini masih tipe C, Jaya menyebutkan, pihak rumah sakit sudah melakukan perbaikan. Salah satunya adalah dengan melengkapi ruang perawatan intensif yang sebelumnya kurang empat tempat tidur.
"Saya sudah cek,
mereka sudah siapkan ruangannya. Mereka ambil inisiatif menggunakan ruangan
dengan tingkat hunian di bawah 30 persen. Ini langkah positif,"
pungkasnya. (sep/FN)