Pembelajaran Agama di Kukar Didorong Lebih Kreatif
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pembelajaran pendidikan agama agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai spiritual.
Upaya ini dilakukan
melalui pendampingan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama
yang menekankan pendekatan kreatif dan digital.
Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menilai bahwa tantangan zaman menuntut
pembelajaran agama menyentuh aspek keterampilan serta memanfaatkan media
digital sebagai alat penyampai materi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan
daya tarik siswa dalam mengikuti pelajaran.
Analis Kebijakan Ahli Muda
Disdikbud Kukar sekaligus Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Muhammad
Iswan, menyebut bahwa selama ini metode ceramah masih terlalu dominan dalam
pengajaran agama. Padahal, dunia pendidikan dituntut untuk terus berkembang
agar tetap relevan.
“Pembelajaran agama selama
ini masih terlalu terpaku pada metode ceramah. Padahal, di era digital, proses
belajar harus lebih interaktif dan menyentuh aspek keterampilan,” ujar Iswan,
pada Selasa (15/7/2025).
Melalui forum MGMP yang
digelar belum lama ini, para guru didorong untuk menghasilkan media ajar
berbasis visual, seperti video praktik ibadah maupun materi digital yang bisa
diakses siswa kapan saja.
Pelatihan juga diberikan
agar guru mampu mengembangkan metode pembelajaran yang lebih membumi, namun tetap
berakar pada nilai-nilai keagamaan.
"Inisiatif ini
merupakan bagian dari komitmen Kukar terhadap digitalisasi pendidikan,"
tambahnya.
Sebagai penunjang,
Disdikbud Kukar telah mendistribusikan perangkat Chromebook kepada siswa dan
guru agar lebih mudah mengakses konten pembelajaran.
Iswan menegaskan bahwa perangkat digital yang disediakan bukan sekadar alat bantu, melainkan juga pintu masuk ke sistem pembelajaran berbasis konten.
“Chromebook bukan hanya alat bantu, tapi juga menyediakan banyak materi yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran,” tutupnya.(adv)