Penguatan Kerja Sama Antar Desa, DPMD Kukar Genjot Pembangunan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan
Kepala Bidang Kerja Sama Desa
DPMD Kukar, Dedy Suryanto
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memprioritaskan pengembangan kawasan perdesaan dan kerja sama antar desa sebagai bagian dari program strategis berkelanjutan.
Kepala
Bidang Kerja Sama Desa DPMD Kukar, Dedy Suryanto, menyampaikan bahwa penguatan
kawasan perdesaan telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara bertahap.
Saat ini, terdapat lima kawasan perdesaan yang telah ditetapkan, dan fokus
utama diarahkan pada pembinaan serta penguatan Badan Kerja Sama Antar Desa
(BKAD) sebagai motor penggerak pembangunan kawasan.
“Salah
satu kawasan yang menjadi sorotan adalah Kawasan Agro-Ekowisata Separi
Sejahtera yang telah masuk dalam perencanaan nasional,” ujar Dedy, belum lama ini.
Untuk
mempercepat pengembangan kawasan tersebut, DPMD Kukar tengah menyusun data pendukung
secara komprehensif serta memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten,
kecamatan, dan desa-desa terkait. Fokus utama saat ini adalah penguatan
ketahanan pangan berbasis kawasan, dengan pendekatan fasilitasi dan pemantauan
berkelanjutan.
Menurut
Dedy, DPMD Kukar juga aktif mengikuti agenda yang diselenggarakan oleh
Kementerian Desa, baik secara daring maupun langsung, guna melaporkan
perkembangan kawasan dan memperoleh arahan kebijakan. Dalam forum tersebut,
disepakati bahwa dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan, khususnya dalam
penguatan kawasan yang mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dari
tiga kawasan yang diajukan ke Kementerian Desa, hanya satu yang diterima
sebagai kawasan skala nasional, yaitu Kawasan Agro-Ekowisata Separi Sejahtera
di Kecamatan Tenggarong Seberang. Kawasan ini dianggap paling siap secara
infrastruktur dan kini menjadi prioritas pengembangan.
Berdasarkan
hasil penilaian Indeks Perkembangan Kawasan Perdesaan (IPKP), Separi Sejahtera
telah masuk kategori kawasan mandiri. Tantangan ke depan adalah mendorong
kawasan ini naik kelas menjadi kawasan berdaya saing yang mampu tumbuh secara
ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Sementara
itu, empat kawasan lainnya masih berada pada tahap awal koordinasi dan membutuhkan
dukungan penuh dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), untuk menyusun rencana pembangunan
kawasan yang terintegrasi. Perencanaan tersebut juga telah masuk dalam skema
perencanaan nasional melalui Bappenas.
Meski
tengah menghadapi rasionalisasi anggaran, DPMD Kukar memastikan komitmen
pengembangan kawasan tetap berjalan.
“Jumlah
kegiatan memang berkurang, tapi semangat dan komitmen kami tetap kuat untuk
mendorong kawasan-kawasan ini berkembang,” kata Dedy.(ADVDPMDKUKAR)