Sultan Kukar Ing Martadipura Lakukan Prosesi Beluluh
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Kesultanan
Kutai Kartanegara Ing Martadipura melakukan prosesi atau tradisi Beluluh Sultan.
Prosesi Beluluh memiliki makna mensucikan atau membersihkan Sultan dari segala
pengaruh negatif yang berada di dalam dirinya.
Prosesi Beluluh ini dilakukan di
Kedaton Kesultanan Kukar, Rabu (18/9/2024). Beluluh Sultan ini dilakukan sebelum Erau Adat Kutai dimulai. Erau Adat Kutai akan dimulai pada 21-29 September
2024. Kegiatan Beluluh juga turut dihadiri oleh Asisten I Setkab Kukar Ahmad
Taufik Hidayat.
"Jadi Beluluh ini bagian dari
mensucikan diri Sultan. Beluluh ini terdiri dari dua kata yaitu ‘Buluh’ yang
artinya Batang Bambu dan ‘Luluh’ adalah Musnah," kata Pangeran Noto Negoro
pada media, Rabu (18/9/2024).
Pada prosesi Beluluh menggunakan Balai
Bambu yang terdiri dari 21 tiang. Jadi selama prosesi itu berlangsung, Sultan
Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin akan didudukan di Balai Bambu
tersebut. Setalah duduk, Sultan berdiri di atas Bambu itu sembari berpijak pada
Batu Pusaka.
"Kemudian Sultan duduk di
Singgasana yang di bawah ikatan daun beringin dan dipayungi kain kuning,"
ucapnya.
Sementara itu Asisten I Setkab
Kukar Ahmad Taufik mengajak semua masyarakat Kukar bersama sama mendoakan yang
mulia Sultan beserta kerabatnya senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan,
sehingga terus menjadi orang tua bagi seluruh masyarakat dalam membangun ‘Odah
Etam’ Kukar yang lebih sejahtera dan bahagia.
"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat eksistensi seluruh adat budaya dan tradisi yang dimiliki, khususnya Kutai," sebut Ahmad Taufik.
Pihaknya juga menyampaikan
apresiasi kepada seluruh pihak, yang turut menyukseskan acara Erau Adat Kutai
2024. Dalam hal ini, ia menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban,
keamanan dalam pelaksanaan Erau. (adv/riz)