Dorong Kinerja Keselamatan Unggul, PHSS dan PEP Sangasanga Field Gelar Forum Komunikasi HSSE Bersama Mitra Kerja
Forum Komunikasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE)
Tahun 2024
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Dalam
rangka mendorong kinerja unggul keselamatan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI)
melalui anak perusahaan dan afiliasinya, yaitu PT Pertamina Hulu Sanga Sanga
(PHSS) dan PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field, menggelar Forum
Komunikasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Tahun 2024
bersama Mitra Perusahaan di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan pada Selasa
(21/05).
Kegiatan itu dihadiri oleh HSE Senior
Analyst Divisi Penunjang Operasi SKK Migas Adi Mulawarman, SVP HSSE PT
Pertamina (Persero) Lelin Eprianto, Kabag Ops Ditlantas Polda Kaltim AKBP
Bangun Isworo, dan jajaran manajemen Zona 9 Subholding Upstream Pertamina. Pada
acara tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen Mitra Kerja dan Pelopor
Keselamatan Berlalu Lintas bersama manajemen Zona 9 dan Ditlantas Polda Kaltim.
Selain itu, para peserta menyimak paparan dari HSSE Zona 9 dan mitra kerja di
lingkup Operational Drilling dan Operation & Support.
GM Zona 9 Andre Wijanarko menyampaikan, keselamatan
merupakan aspek terpenting dan landasan utama dalam seluruh kegiatan operasi
dan bisnis Perusahaan. Kinerja keselamatan yang unggul, lanjut Andre, akan
mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi dan bisnis Perusahaan. ”Kami
menerapkan Pertamina Corporate Life Saving Rules (CLSR) dan HSSE Golden Rules
sebagai prinsip-prinsip utama dalam membangun budaya selamat di seluruh
lingkungan Perusahaan. Kami juga senantiasa menjalankan praktik-praktik
keselamatan terbaik di industri hulu migas nasional dan global untuk
menghasilkan energi yang selamat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,”
tambahnya.
Pada kesempatan ini, HSE Senior Analyst Divisi
Penunjang Operasi SKK Migas Adi Mulawarman mengatakan, pihak Perusahaan, dalam hal ini
Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan perusahaan mitra kerja memiliki kewajiban
pengendalian risiko agar kegiatan operasi dan produksi berjalan selamat. ”KKKS juga
wajib membina dan mengelola kinerja Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan
Lingkungan atau K3LL Mitra Kerja, sehingga tujuan utama kegiatan operasi
produksi migas tercapai dan tidak terkendala,” tambahnya.
Sejalan dengah hal tersebut, SVP HSSE
Lelin Aprianto menegaskan bahwa manajemen PT Pertamina (Persero) beserta
seluruh Subholding dan anak perusahaannya bertanggung jawab dan menjamin
kebijakan HSSE dikomunikasikan, dilaksanakan, dan dipatuhi oleh seluruh pekerja,
mitra kerja, tamu, kontraktor, pemasok, dan konsumen dengan tanpa kecuali.
Sinergi yang baik antara Pertamina dan mitra kerja sangat diperlukan karena 70 persen pekerjaan operasional di lingkungan Perusahaan dilaksanakan pihak mitra kerja. Hal tersebut juga tercermin dari biaya pemeliharaan Perusahaan yang mencapai 80 persen digunakan untuk mitra kerja. “Oleh karena itu, penerapan budaya HSSE Pertamina pada setiap mitra kerja sangat diperlukan agar kecelakaan dan insiden HSSE yang menimpa mitra kerja dapat dimitigasi dan diminimalisasi,” ujar Lelin.(pk)