Disperindag Kukar Dorong Pelaku IKM untuk Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar terus mendorong pelaku
Industri Kecil Menengah (IKM) Kukar, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitasnya.
Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid
Fhatullah mengatakan, pelaku IKM di Kukar sangat banyak dengan jumlah sekitar
2.400 orang industri rumahan. Adapun jenis IKM tersebut yaitu kerajinan sulam
tumpar, manik, ulap doyok, handmade, hingga kerajinan yang melambangkan potensi
wilayah.
"Kami minta mereka (pelaku
IKM) terus meningkatkan kualitas, produktivitasnya agar konsumen merasa puas
dengan karya produk lokal itu sendiri," kata Sayid Fhatullah pada
Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Rabu (5/6/2024).
Pihaknya komitmen terus mendukung
pelaku IKM maupun UMKM Kukar. Adapun bentuk dukungan yang diberikan ialah,
dengan melibatkan mereka untuk mengikuti sejumlah event yang digelar
pemerintah.
"Kita pasti melibatkan mereka
untuk mengikuti event, baik itu event di daerah bahkan luar daerah,"
ucapnya.
Dengan melibatkan pelaku IKM dan
UMKM untuk mengikuti event, bagian dari upaya mempromosikan produk mereka
secara luas. Bahwa produk Kukar yang dibuat oleh Sumber Daya Manusia (SDM)
lokal memiliki kualitas yang baik dan menarik.
"Kita selalu berupaya
mempromosikan produk lokal, karena produk lokal kualitasnya sangat baik dan
menarik serta mampu bersaing dengan produk luar," ujarnya.
Dalam hal ini, salah satu pelaku
IKM asal Anggana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah
daerah. Karena setiap pelaksanaan event selalu dilibatkan.
"Rasa syukur itu disampaikan
melalui dengan memberikan karya produk atau handmade kepada Disperindag yaitu,
kerajinan kepiting besar. Itu melambangkan handmade asal wilayah pesisir,"
paparnya.
Dirinya berharap, hadirnya peran
pemerintah sangat memberikan manfaat atau dapat membantu mereka, untuk
meningkatkan penjualannya.
"Dengan penjualan yang
meningkat pastinya perekonomiannya juga meningkat, dan mewujudkan masyarakat
sejahtera," harapnya.
Sementara itu pelaku IKM asal
Tenggarong Merry menyebutkan, membuat karya kerajinan sudah dijalankan bertahun
tahun. Adapun produk kerajinan yang dijual ialah kerajinan berbahan ulap doyok,
sulam tumpar, dan manik.
"Kita membuat tas, topi,
sarung dan lainnya. Dan produk tersebut sudah dikenal banyak orang," sebut
Merry.
Dikenalnya produk tersebut secara luas juga ada keterlibatan dari pemerintah daerah. Bahwa pemerintah daerah memfasilitasi dengan memberikan kesempatan atau ruang bagi pelaku IKM, untuk ikut pelaksanaan event di daerah maupun di luar.
"Kami berharap, pemerintah
daerah terus dapat melibatkan kami dalam pelaksanaan eventnya. Agar produk kami
bisa dikenal lebih luas dan penjualan bisa meningkat," pungkasnya.
(adv/riz)