Dinas Koperasi dan UKM Kukar Siapkan 300 Stand Bagi Pelaku Usaha di Kawasan CFD

img

Sejumlah pedagang yang mendatangi kantor Dinas Koperasi dan UMK untuk mendaftar berjualan di kawasan CFD. (foto : riz_poskotakaltimnews.com)


POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Sebanyak 300 stand disiapkan untuk pelaku UMKM oleh Dinas Koperasi dan UMK Kukar yang akan berjualan saat Car Free Day (CFD) di kawasan cagar budaya Tenggarong.

 

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar H Taufiq mengatakan, stand itu diprioritaskan bagi pelaku UMKM asal Kukar khususnya yang telah berjualan pada CFD sebelumnya di kawasan Timbau Tenggarong.

 

Untuk area pelaku usaha yang nantinya mengisi stand, pihak Dinas Koperasi dan UMK telah menyiapkan lokasi menjadi dua titik yaitu sisi depan Museum hingga Inspektorat dan titik Kawasan Tepian.

 

"Setelah dibukanya pendaftaran untuk menmpati stand yang baru sejak kemarin hingga saat ini, antusias pedagang sangat luar biasa," kata Taufiq pada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Jum'at (17/5/2024)

 

Pihaknya mengaku antusias pedagang merupakan target dari Dinas Koperasi dan UKM sendiri. Tapi mengingat dengan keterbatasan lahan, sehingga Dinas Koperasi dan UKM membatasi pelaku UMKM sesuai dengan lahan yang telah disediakan.

 

"Kemungkinan saat ini sudah ratusan pedagang yang datang ke Dinas Koperasi dan UKM untuk mendaftar, padahal proses pendaftaran bisa melalui online," sebutnya.

 

Berhubung pelaku UMKM masih banyak yang belum paham dengan pendaftaraan online, sehingga Dinas Koperasi dan UKM membuka pendaftaran secara langsung.

 

Ia menegaskan, penempatan pelaku UMKM di kawasan cagar budaya saat CFD tak dipungut biaya atau retribusi. Karena hal ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi lahan saja.

 

"Lahan yang kami siapkan bisa ditempati  sekitar 300 pedagang dan dalam pemindahan ini tak ada pungutan liar (pungli)," tegasnya.

 

Dirinya berharap, dengan pemindahan pelaku UMKM ke kawasan cagar budaya dapat meningkatkan perekonomian. Sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

 

"Kami berharap, mereka jualannya laris segingga perekonomiannya meningkat," harapnya.

 

Salah satu pelaku UMKM yang mendaftar di lokasi cagar budaya Jumarti menyambut baik adanya peran pemerintah yang memfasilitasi lahan, untuk berjualan saat CFD. Lokasi CFD yang baru dinilai sangat cocok bagi pelaku usaha.

 

"Saya jualan jajak apem dan sudah 3 tahun selama CFD di kawasan Timbau," ujarnya.

Harapannya, dengan lokasi yang baru pelaku usaha bisa ramai dari lokasi sebelumnya. Karena kawasan cagar budaya saat ini banyak aktivitas seni sehingga  sangat diminati oleh masyarakat untuk bersantai. (adv/riz)