Maksimalkan Jaringan, Diskominfo Lakukan Pemasangan Repeater
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Dinas
Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kukar terus berupaya memaksimalkan
koneksi jaringan. Hal itu bagian dari realisasi program Kukar Idaman yaitu
Digitalisasi Pelayanan Publik (Disapa).
Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kukar
Ery Hariyono mengatakan, target program Disapa yakni adanya jaringan di seluruh
desa khusus pada pemerintahan desa. Pada masa Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026 ada 23 desa yang menjadi sasaran, tapi
dari 23 desa itu sebagian ditangani oleh Kementerian Kominfo RI.
"Dari 23 desa itu ada
sebagian yang masuk program pusat, sehingga pemerintah pusat langsung
menugaskan ke provider masing masing," kat Ery Hariyono pada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya,
Senin (13/5/2024).
Adapun desa yang menjadi program
pemerintah pusat diantaranya Desa Benua Baru, Long Belen Modang, Umaq Dian,
Umaq Tukung. Sementara desa yang telah dipasang Base Transceiver Station (BTS)
oleh provider yaitu Desa Rantau Hempang, Batuq, Muara Salung.
Kemudian, Desa Muara Tiq, Muara
Kebaq, Muara Tuboq, Muara Belinau. Sedangkan Diskominfo Kukar dalam upaya
memaksimalkan jaringan dengan melakukan pembangunan Repeater.
Repeater merupakan sebuah alat
penguat sinyal, artinya di daerah tertentu yang sinyalnya masih lemah akan
dipasang repeater. Sejauh ini ada beberapa desa yang memasang repeater secara
mandiri.
"Desa yang memasang repeater
secara mandiri ialah, Desa Bendang Raya, dan Suka Bumi," sebutnya.
Sementara pemasangan repeater oleh
Diskominfo Kukar adalah desa Buluq Sen, Sallo Cela, Wonosari, Kupang Baru,
Muara Aloh, Long Lalang, Muhuran, Sebelimbingan, Tanjung Batuq Harapan dan
Muara Wis.
"Semembtara ini kita fokus
penguatan sinyal khususnya pada pemerintahan deaa, agar segera urusan di desa
bisa berjalan dengan baik," ucapnya.
"Untuk penguatan jaringan di
23 desa itu sudah dicapai, namun masih ada wilayah yang memang sinyalnya
lemah," imbuhnya.
Pihaknya juga melakukan inventarisasi terkait dengan wilayah yang dinilai lemah jaringan. Inventarisasi itu melalui dari sejumlah usulan pasa Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga Kabupaten.
"Kita juga bersinergi dengan
OPD terkait, untuk memastikan darrah yang dinilai lemah sinyal,"
ungkapnya. (adv/riz)