Peringatan HUT Desa Kedang Ipil ke 108 Berlangsung Meriah, Di Gelar Festival Budaya Adat Lawas
TENGGARONG, Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Desa
Kedang Ipil ke-108, sejumlah komunitas di Kutai Kartanegara menyelenggarakan
Festival Budaya Kutai Adat Lawas yang di selenggarakan selama tiga hari ,pada
17 hingga 19 November 2017 lalu. Acara itu mengangkat tema Kraje Betulungan
yang berasal dari bahasa Kutai yang artinya Kerja Bergotong Royong.
Acara itu sendiri dibuka Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Syarifuddin Peryata dan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kabupaten Kukar Sri Wahyuni serta Kepala Desa Kedang Ipil, Kapolsek Kota Bangun, Koramil Kota Bangun dan juga ratusan warga desa Kedang Ipil yang antusias menyaksikannya.
Syarifuddin dalam kesempatan itu mengatakan Desa Kedang Ipil ini
merupakan 1 dari 21 desa yang ada di Kecamatan Kota Bangun dan mungkin 1
diantara ratusan desa di Kutai Kartanegara yang paling Eksotis, yang mana desa
wisata mempunyai daya tarik tersendiri yakni ada 3 alam, buatan dan juga
budaya. Namun disini tidak ada buatan mailnkan alam yang salah satunya
mempunyai air terjun sehingga potensi bagi wisata di desa Kedang Ipil ini
sangatlah luar biasa. "Hebatnya desa ini adalah desa yang terpencil sejak
dahulu hingga sekarang, orang dulu kesini dari Kota Bangun berangkat pagi sore
baru bisa sampai dengan menggunakan perahu, sekarang tidak menggunakan perahu
tetapi menggunakan jalan darat yang lumayan jauh juga sekitar 18 Km dari
simpangan jalan." Ujarnya.
Pihaknya berharap adanya desa seperti ini dilain tempat di Kutai Kartanegara, karena Kukar mempunyai banyak objek wisata seperti desa Kutai lama yang terletak di Kecamatan Anggana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kukar Sri Wahyuni mengatakan dengan adanya Festival Kutai Adat Lawas ini bisa jadi bagian kalender event nasional, kita usulkan jadi kalender event Nasional di kategori Se Event yaitu Kacer yang keunikan nya itu diliat adalah keunikan tradisi dan Desa Kedang Ipil punya nilai jual itu. Ini tradisi yang dilaksanakan semata-mata untuk masyarakat tetapi untuk menghadirkan orang untuk datang ke sini.
"Nah ketika mereka menjadikan event tradisi memiliki dampak desa
wisata dan kita akan usulkan jadi Sea Event bersamaan-sama dengan event
Festival Kota Raja dengan harapan tahun depan penyelanggaraan ini tanggalnya
dan bulanya serta ada proses penyelenggaraannya yang nantinya kita akan
dampingi supaya kelasan layak Sea Event dikementrian." Katanya.dra/poskotakaltimnews.com